Trauma Perang Membekas, Percobaan Bunuh Diri Tentara Israel Meningkat

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 16 Januari 2026 17:10 WIB
Percobaan Bunuh Diri Tentara Israel Meningkat (Foto: BBC)
Percobaan Bunuh Diri Tentara Israel Meningkat (Foto: BBC)

Jakarta, MI - Israel tengah menghadapi krisis kesehatan mental serius di tubuh militernya, menyusul lonjakan tajam kasus gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan bunuh diri di kalangan pasukan bersenjata. Fenomena ini mencuat hampir dua tahun setelah serangan besar-besaran di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Tekanan psikologis akibat perang berkepanjangan disebut menjadi salah satu pemicu utama memburuknya kondisi mental para prajurit. Konflik yang terus berlangsung telah menempatkan pasukan Israel dalam situasi tempur intens, dengan dampak psikologis yang kian terasa seiring waktu.

Menurut pejabat Gaza dan Lebanon, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 71.000 warga Palestina di Gaza dan 4.400 di Lebanon selatan. Di sisi lain, Israel menyatakan lebih dari 1.100 personel militernya tewas sejak 7 Oktober.

Mengacu pada laporan Reuters, data terbaru dari Kementerian Pertahanan Israel dan penyedia layanan kesehatan mengungkap bahwa kasus PTSD di kalangan tentara melonjak drastis sebesar 40% sejak 2023. 

Kementerian Pertahanan Israel bahkan memperkirakan angka tersebut akan meningkat menjadi 180% pada 2028. Dari 22.300 pasukan atau personel yang dirawat karena luka perang, 60% menderita pasca-trauma, kata kementerian tersebut.

Merespons kondisi ini, Israel menambah anggaran layanan Kesehatan yang diberikan kepada mereka yang menghadapi masalah kesehatan mental, serta peningkatan sekitar 50% dalam penggunaan pengobatan alternatif.

Penyedia layanan kesehatan terbesar kedua di Israel, Maccabi, dalam laporan tahunannya pada 2025 mengungkapkan bahwa sebanyak 39% personel militer Israel yang berada di bawah perawatannya mencari bantuan untuk kesehatan mental, sementara 26% menyuarakan kekhawatiran tentang depresi.

Sejumlah organisasi di Israel, termasuk LSM HaGal Sheli yang menggunakan selancar sebagai teknik terapi, telah menerima ratusan tentara dan pasukan cadangan yang menderita PTSD. Beberapa mantan tentara memiliki anjing terapi.

Sementara itu, komite parlemen Israel mencatat pada Oktober lalu bahwa sebanyak 279 tentara tercatat melakukan percobaan bunuh diri dalam periode Januari 2024 hingga Juli 2025. Angka ini menandai lonjakan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Laporan tersebut menemukan bahwa tentara tempur mencakup 78% dari semua kasus bunuh diri di Israel pada 2024.

Psikolog klinis Ronen Sidi menilai risiko bunuh diri maupun perilaku melukai diri sendiri akan meningkat apabila trauma psikologis tidak diobati.

"Setelah 7 Oktober dan perang, lembaga kesehatan mental di Israel benar-benar kewalahan, dan banyak orang tidak mendapat terapi atau bahkan tidak memahami penderitaan yang mereka rasakan berkaitan dengan apa yang telah mereka alami."

Topik:

tentara-israel depresi bunuh-diri ptsd