Seleknas PBSI 2026: 80 Atlet U-19 Bersaing Masuk Pelatnas

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 29 Januari 2026 17:30 WIB
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian (Foto: Dok PBSI)
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian (Foto: Dok PBSI)

Jakarta, MI - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bakal menggelar seleksi nasional (seleknas) pada awal Februari 2026 sebagai bagian dari penjaringan atlet untuk bergabung di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung.

Seleknas akan berlangsung pada 3-7 Februari 2026 di Majeh Arena Wadas, Karawang, Jawa Barat, dan diikuti 80 atlet terbaik kategori taruna (U-19) yang telah memenuhi persyaratan PBSI.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menekankan bahwa seleknas merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan.

"Melalui seleknas ini, PBSI memastikan proses penjaringan atlet muda dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis prestasi, sebagai langkah awal menuju pembinaan di Pelatnas PBSI," kata Eng Hian dalam keterangan yang diterima Kamis (29/1/2026) .

Peserta seleknas terdiri dari atlet tunggal dan ganda juara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI Perorangan Taruna Divisi I Tahun 2025, dengan pengecualian bagi atlet yang telah direkrut masuk Pelatnas PBSI Cipayung.

Selain itu, seleknas juga diikuti atlet kelahiran 2007 ke atas yang berada di peringkat 15 nasional kategori taruna (U-19) terbaik di masing-masing sektor. Peringkat yang digunakan mengacu pada data per 24 Desember 2025, setelah pelaksanaan Kejuaraan Nasional PBSI 2025.

Tak hanya jalur seleknas, PBSI juga menetapkan tiga atlet muda, Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) dari sektor tunggal putri dan Alexius Ongkytama Subagio.

Aquino Evano Keneddy Tangka (Djarum Kudus) dari sektor ganda putra bergabung langsung ke Pelatnas PBSI.

Ketiga atlet tersebut direkrut karena prestasi konsisten yang ditunjukkan sepanjang 2025 serta hasil pemantauan tim pemandu bakat PBSI sehingga dinilai telah memenuhi kriteria pembinaan Pelatnas Cipayung.

"Kriteria seleksi yang mengacu pada hasil Kejurnas, peringkat nasional, serta pantauan tim pemandu bakat dirancang untuk memastikan atlet yang terpilih tidak hanya memiliki pencapaian prestasi saat ini, tetapi juga potensi pengembangan jangka panjang sesuai dengan arah pembinaan prestasi PBSI," tutur Eng Hian.

Untuk nomor ganda, para atlet diperbolehkan menukar pasangan, dengan syarat pasangan baru berada di peringkat 16 besar ranking nasional, serta adanya kesepakatan tertulis antara atlet dan Perkumpulan Bulu Tangkis (PB).

Atlet hasil pantauan tim pemandu bakat (Potensi) PBSI juga dapat diikutsertakan sebagai peserta seleknas meskipun berada di luar 16 besar ranking nasional.

Sementara itu, untuk atlet ganda yang memiliki lebih dari satu pasangan dan keduanya masuk 16 besar ranking nasional, mereka diwajibkan memilih satu pasangan saja untuk didaftarkan dalam seleknas.

Sebagai bentuk penegasan komitmen pembinaan prestasi, seluruh atlet tunggal maupun ganda yang keluar sebagai juara seleknas PBSI 2026 wajib memenuhi panggilan untuk masuk Pelatnas PBSI tanpa syarat apapun.

Topik:

pbsi pelatnas bulu-tangkis