Bali Tergeser, Jogja jadi Pilihan Utama Wisatawan Domestik di Libur Nataru
Jakarta, MI - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menjadi momentum penting bagi pergerakan industri pariwisata nasional. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, tren kunjungan wisata tahun ini menunjukkan pergeseran, khususnya pada segmen wisatawan domestik.
Jika selama bertahun-tahun Bali identik sebagai destinasi utama liburan, kini posisinya mulai tergeser. Yogyakarta atau Jogja muncul sebagai pilihan favorit baru wisatawan lokal, terutama bagi perjalanan keluarga selama periode Nataru.
Perubahan tren tersebut tercermin dari data pencarian akomodasi dan prediksi kunjungan wisata yang dirilis oleh platform perjalanan Agoda. Dalam laporan terbarunya, Jogja berhasil mengungguli Bali sebagai destinasi favorit keluarga Indonesia pada musim liburan akhir tahun ini.
Yogyakarta tercatat sebagai destinasi wisata domestik yang paling banyak diburu keluarga Indonesia untuk mengisi liburan akhir tahun 2025.
Minat wisata ke Jogja melonjak sekitar 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, Bali yang selama ini mendominasi kunjungan libur nataru justru mengalami penurunan.
Hasil survei RedDoorz yang dilakukan pada November 2025, juga menunjukkan Yogyakarta sebagai destinasi domestik paling diminati untuk libur akhir tahun 2025.
Setelah Yogyakarta, destinasi yang banyak dipilih adalah Bandung, Bali, dan Jakarta. Sebanyak 86,6% responden memilih berlibur di dalam negeri karena lebih terjangkau dan mudah.
Kondisi ini turut diperkuat oleh pernyataan Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, yang menyebutkan banyak wisatawan domestik membatalkan rencana ke Bali, karena banjir dan faktor lain, dan berpindah tujuan wisata ke Jogja.
Peralihan tersebut berdampak pada meningkatnya tingkat hunian hotel di DIY yang mencapai sekitar 61% dan masih berpotensi terus bertambah.
Di sisi lain, data kunjungan wisatawan ke Bali sepanjang 2025 memang impresif, terutama untuk wisatawan mancanegara (wisman).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat sebanyak 5,892,722 wisman mengunjungi Bali hingga Oktober 2025, dengan prediksi total mencapai 7,1-7,2 juta hingga akhir tahun.
Namun fokus Bali yang lebih kuat pada turis asing membuatnya kurang mendominasi segmen wisatawan domestik selama liburan akhir tahun.
BPS juga mencatat adanya penurunan bulanan wisman ke Bali pada September 2025 sebesar 6,99% dibandingkan Agustus, meski secara keseluruhan masih tinggi.
Sementara itu, untuk wisatawan domestik, data nasional menunjukkan perjalanan wisata mencapai 94,35 juta pada September 2025, dengan Jogja sering kali menjadi pilihan utama karena aksesibilitasnya.
Secara keseluruhan, walaupun Bali unggul dari sisi total kunjungan tahunan yang didominasi wisatawan asing, Yogyakarta lebih menonjol dalam minat dan proyeksi kunjungan wisatawan domestik selama periode libur Nataru 2025.
Secara nasional, Kementerian Perhubungan memproyeksikan jumlah perjalanan masyarakat mencapai sekitar 119,5 juta selama periode liburan akhir tahun, dengan Yogyakarta diperkirakan menjadi salah satu simpul pergerakan wisata terbesar.
Peralihan tren destinasi liburan ini tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor menjadi pendorong mengapa Yogyakarta kini lebih diminati dibandingkan Bali sebagai tujuan utama liburan akhir tahun.
Keterjangkauan dan Aksesibilitas
Jogja menawarkan biaya liburan yang lebih murah dan mudah dijangkau. Dengan kereta api, bus, atau mobil pribadi dari Jawa Tengah dan sekitarnya, wisatawan domestik tidak perlu mengeluarkan biaya tiket pesawat yang mahal seperti ke Bali.
Sebaliknya Bali sering kali dianggap lebih mahal, terutama dengan kenaikan harga akomodasi dan transportasi pasca-pandemi.
Daya Tarik Budaya dan Keluarga
Jogja unggul dalam wisata budaya, edukatif, dan ramah anak, seperti Candi Borobudur, Malioboro, dan keraton. Ini membuatnya ideal untuk liburan keluarga.
Bali, meski indah dengan pantai dan alamnya, lebih difokuskan pada wisata relaksasi dan petualangan yang mungkin kurang cocok untuk keluarga dengan anak kecil atau anggaran terbatas.
Banjir dan Cuaca Ekstrem
Berita mengenai beberapa wilayah Bali yang mengalami banjir, juga menjadi salah satu faktor mengapa kunjungan ke Bali menurun.
Desember 2025, Bali dilanda banjir parah di wilayah selatan seperti Badung, Denpasar, Gianyar, dan Karangasem akibat curah hujan lebat dan bibit siklon tropis 93S.
Banjir merendam kawasan wisata Kuta, Legian, Kerobokan; menutup jalan, dan mengganggu aktivitas. Bahkan satu orang WN Rusia dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir saat nekat menerobos genangan air.
Sementara Jogja dianggap lebih aman dari faktor cuaca ekstrem yang banyak terjadi di berbagai daerah Indonesia.
Isu Diskriminasi dan Rasisme terhadap Wisatawan Domestik
Persepsi bahwa Bali lebih mengutamakan turis asing daripada domestik sudah lama mengakar. Banyak cerita viral di media sosial dan forum seperti Reddit atau Quora tentang pelayanan beda: rental motor, kafe, resto menolak turis lokal atau perlakukan kurang baik, sementara bule diprioritaskan.
Isu ini kembali ramai di media sosial seiring kabar mengenai pariwisata Bali yang dilaporkan lebih sepi di musim liburan tahun ini.
Sejumlah pengalaman kurang menyenangkan yang dibagikan warganet saat berwisata ke Bali ramai muncul di kolom komentar media sosial, mulai dari diabaikan oleh pelayan hingga penolakan masuk ke tempat hiburan malam.
Sikap diskriminatif yang diduga dilakukan oknum pelaku pariwisata tersebut menjadi perhatian serius bagi wisatawan domestik. Meski Pemerintah Provinsi Bali membantah adanya kebijakan yang bersifat rasis, sentimen negatif ini mendorong banyak keluarga Indonesia beralih memilih Yogyakarta yang dinilai lebih ramah dan inklusif.
Pergeseran arus wisata dari Bali ke Jogja sepanjang liburan akhir tahun 2025 mencerminkan perubahan selera wisatawan domestik ke destinasi yang menawarkan biaya lebih terjangkau, kekayaan budaya, serta suasana yang ramah bagi keluarga.
Di sisi lain, Bali tetap mencatatkan kekuatan dari sisi total kunjungan tahunan berkat dominasi wisatawan mancanegara, sementara Yogyakarta dinilai sukses memanfaatkan momentum liburan nasional dengan optimal.
Topik:
libur-nataru bali yogyakarta wisata jogjaBerita Terkait
Arus Balik Nataru, Jasa Marga Catat 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek
3 Januari 2026 10:39 WIB
Kapal Pinisi Tenggelam di Perairan Serangan Bali akibat Angin Kencang
28 Desember 2025 14:34 WIB