WEF 2026: KKP Bawa Ekonomi Biru Indonesia ke Panggung Global

Rizal Siregar
Rizal Siregar
Diperbarui 28 Januari 2026 10:13 WIB
Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP, Hendra Yusran Siry. (Foto. Rizal Siregar)
Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP, Hendra Yusran Siry. (Foto. Rizal Siregar)

Jakarta, MI - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam isu kelautan global usai berpartisipasi dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, Davos, Swiss, 16 - 22 Januari 2026, di Davos, Swiss lalu

Hendra menyebut WEF 2026 sebagai pertemuan tahunan terbesar dalam sejarah forum global tersebut, dengan dihadiri sekitar 3.000 peserta dari 130 negara, termasuk 65 kepala negara, lebih dari 400 pemimpin politik, serta ratusan CEO perusahaan dunia.

Demikian disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP, Hendra Yusran Siry, dalam pemaparan hasil strategis WEF di Media Center KKP, Gedung Mina Bahari IV, Rabu (28/1/2026) pagi.

“WEF adalah ajang yang semua pihak merasa perlu hadir. Para pemimpin dunia, CEO global, hingga tokoh politik berkumpul untuk membangun dialog lintas negara dan lintas sektor,” ujar Hendra.

WEF Annual Meeting ke-56 ini mengusung tema “Spirit of Dialogue”, yang menekankan pentingnya dialog global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, serta disrupsi teknologi—khususnya kecerdasan buatan (AI).

Sejumlah pemimpin dunia turut hadir, di antaranya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Kanada, Presiden Prancis, serta mayoritas pemimpin negara G7.

 Isu geopolitik, kebijakan ekonomi, hingga perkembangan AI menjadi sorotan utama dalam berbagai sesi dan side event.

Pada WEF 2026, Davos juga mengangkat tema khusus bertajuk Blue Davos, yang menempatkan air dan laut sebagai isu strategis global. Tema ini relevan dengan meningkatnya krisis iklim, pemanasan laut, kenaikan muka air laut, hingga degradasi ekosistem perairan.

Hendra mengungkapkan, pemanasan air laut kini meningkat hingga empat kali lipat, sementara 1,8 miliar penduduk dunia terpapar risiko banjir. Nilai ekonomi ekosistem perairan global diperkirakan mencapai USD 58 triliun, namun investasi yang masuk baru sekitar 2–3 persen.

“Ini menunjukkan perlunya fokus global yang lebih besar pada sektor air dan kelautan,” jelasnya.

Tiga Pilar Blue Davos

Blue Davos dibangun di atas tiga pilar utama:

Pengelolaan dan akses air tawar, termasuk pendanaan, kemitraan, dan inovasi keamanan air.

Keamanan pangan biru, dengan laut sebagai sumber protein masa depan.

Perlindungan laut dan penguatan ekonomi biru, termasuk mitigasi perubahan iklim dan peningkatan investasi berkelanjutan.

Delegasi KKP yang dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan terlibat aktif dalam sejumlah forum strategis, termasuk sesi utama Velocity of Blue Economy, yang menyoroti percepatan ekonomi biru tanpa regulasi berlebihan, namun tetap menjaga keseimbangan ekologi.

KKP juga menggelar side event bersama tokoh global, akademisi, pelaku industri, dan filantropis kelautan dunia. Hadir dalam forum tersebut antara lain Peter Thomson (Utusan Khusus PBB untuk Kelautan), Vincent Pieribone (Co-CEO OceanX), Tony Wenas (Presiden Direktur PT Freeport Indonesia), serta perwakilan industri maritim internasional.

Selain itu, Menteri KKP turut menghadiri Ministerial Roundtable yang mempertemukan para pemimpin sektor kelautan dan keuangan global, termasuk Pangeran Monaco dan Presiden Bank Sentral Uni Eropa.

Salah satu capaian penting KKP di WEF 2026 adalah penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan World Economic Forum, yang disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan Presiden WEF. Kerja sama ini memperkuat posisi Indonesia dalam mendorong agenda ekonomi biru di tingkat global.

WEF juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Motion Pick Summit di Indonesia pada 8–9 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Laut Sedunia dan Hari Terumbu Karang Sedunia, yang akan digelar di Bali.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai hub kelautan Asia,” pungkas Hendra.

 

 

Topik:

KKP World Economic Forum 2026 Ekonomi Biru Blue Davos Kelautan Global Diplomasi Maritim