Indonesia Pengeskpor TBC?

Zul Sikumbang
Zul Sikumbang
Diperbarui 19 Januari 2026 23:16 WIB
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus

Jakarta, MI- Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, Indonesia dianggap sebagai negara pengekspor Tuberculosis (TBC). Pasalnya, Indonesia merupakan negara peringkat kedua terbesar penderita TBC di dunia.

"Karena kasus TBC Indonesia nomor 2 di dunia, maka negara lain tidak mau dong ada orang sakit TBC datang ke kotanya untuk studi. Pengertian ekspor TBC itu karena di Indonesia masih tinggi kasusnya maka kalau studi ke AS, Jerman, Inggris, kecuali pariwisata, harus ada surat bebas TBC dari dokter, baru dia boleh studi di sana," kata Benjamin kepada monitorindonesia.com di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/1/2026).

"Singapura, Malaysia tidak perlu karena negaranya bukan ekspor TBC," tambah Benjamin.

Ia menyebutkan, jumlah orang yang terdeteksi menderita TBC di Indonesia sebanyak 860 ribu orang.

"Angka penderita TBC yang ditemukan 860 ribu, diperkirakan ada 1.090.00 orang. Itu baru perkiraan, tapi kalau kita lakukan screening massal, bisa jadi ditemukan  lebih dari itu," kata dia.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya keras menurunkan angka penderita TBC.

"Kita harus menurunkan angka TBC atau eliminasi tuberkulosis dan ditargetkan WHO untuk menurunkan sampai tahun 2030, bisa apa tidak. Maka kita sekarang melakukan percepatan penurunan TBC. Awalnya penurunan TBC dilakukan oleh 15 kementerian, sekarang jadi 31 kementerian," sebut Benjamin.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak takut memeriksa kesehatan ke tempat-tempat kesehatan.

"Masyarakat kalau ada keluhan batuk, datang saja ke sarana kesehatan. Kalau ada pasien TBC yang sakit di rumahnya, sudah tertular atau belum. Kalau sudah tertular kita kasih obatnya, kalau belum kita kasih obat pencegahannya," katanya.

Dikatakan Benjamin, dari 860 ribu orang terdiagnosa TBC, keluarga penderita harus dicek 100 persen, kalau tidak sakit kita kasih obat pencegahan namanya TPT. 

"Saya perkirakan kita akan periksa 6 juta orang. Dengan demikian penurunan TBC angkanya bisa jelas turun," pungkas Benjamin.

Topik:

Benjamin Paulus Octavianus Wakil Menteri Kesehatan Tuberculosis