Nama Sri Mulyani Ada di Dokumen Epstein Files? Ini Konteks Aslinya

Aldiano Rifki
Aldiano Rifki
Diperbarui 6 Februari 2026 2 jam yang lalu
Sri Mulyani (Foto: Dok MI)
Sri Mulyani (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Kemunculan nama Sri Mulyani Indrawati dalam berkas yang dikenal publik sebagai Epstein Files sempat bikin banyak orang bertanya-tanya. Namun setelah ditelusuri, penyebutannya ternyata berasal dari dokumen resmi lembaga internasional, bukan urusan pribadi.

Arsip itu merupakan bagian dari dokumen internal World Bank Group tertanggal 18 Juni 2014. Saat itu, Sri Mulyani menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer. Jadi, namanya muncul dalam kapasitas jabatan, bukan sebagai individu di luar tugas kelembagaan.

Dokumen tersebut berisi materi komunikasi internal terkait pembentukan President’s Delivery Unit (PDU). Unit ini dirancang untuk memantau pencapaian target pembangunan secara lebih ketat dan cepat, sekaligus memperkuat akuntabilitas kinerja lembaga.

Dalam kutipan pernyataannya, Sri Mulyani menekankan bahwa delivery unit berfungsi melengkapi sistem pengukuran yang sudah ada, termasuk corporate scorecard. Ia juga menyoroti pentingnya memastikan komitmen pembangunan benar-benar terealisasi di negara mitra, bukan sekadar menjadi target di atas kertas. Selain itu, ia memberi perhatian khusus pada indikator kinerja yang berkaitan dengan International Development Association (IDA), terutama soal efektivitas penyaluran bantuan dan penyederhanaan prosedur internal.

Yang krusial: isi dokumen tidak memuat komunikasi apa pun dengan Jeffrey Epstein. Tidak ada email, relasi, atau pembahasan mengenai dirinya. Nama Epstein bahkan tidak muncul dalam naskah arsip tersebut. Dokumen ini masuk ke dalam kumpulan Epstein Files semata karena menjadi bagian dari berkas hukum berskala besar yang menghimpun berbagai dokumen dari banyak institusi.

Perlu dipahami, Epstein Files bukan daftar orang yang terlibat jaringan Epstein. Kumpulan arsip itu berisi beragam dokumen: korespondensi organisasi, laporan resmi, materi komunikasi, hingga referensi analisis dari berbagai lembaga. Karena sifatnya yang luas, nama pejabat publik bisa saja ikut tercantum tanpa ada kaitan personal.

Selain Sri Mulyani, sejumlah nama Indonesia lain juga muncul dalam konteks berbeda. Hary Tanoesoedibjo, misalnya, disebut dalam dokumen yang menyinggung kerja sama bisnisnya dengan Donald Trump terkait proyek properti bermerek Trump. Itu ranah bisnis, bukan relasi dengan Epstein.

Nama Eka Tjipta Widjaja juga tercantum dalam arsip soal transaksi properti Trump pada 2009, berkaitan dengan entitas bisnis yang terhubung ke kelompok usahanya Sinar Mas.

Sementara itu, Joko Widodo dan Sri Mulyani di dokumen lain hanya muncul sebagai bagian dari laporan atau kliping yang membahas kondisi politik dan ekonomi Indonesia. Bahkan nama Presiden kedua RI, Soeharto, disebut sebatas dalam ide penulisan buku oleh pihak lain—bukan bukti hubungan langsung.

Singkatnya, penyebutan nama Sri Mulyani dalam Epstein Files bersifat administratif karena dokumen komunikasi internal World Bank ikut masuk dalam arsip hukum besar tersebut. Isinya murni soal tata kelola dan manajemen kinerja lembaga internasional, tidak menunjukkan relasi pribadi atau keterlibatan dengan Epstein.

Topik:

Sri Mulyani Epstein Files World Bank Jeffrey Epstein Dokumen AS Isu Internasional Klarifikasi Berita Faktual