Investasi RI Tembus Rp1.931 Triliun, Serapan Terbesar di Luar Jawa

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 16 Januari 2026 14:14 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani (Foto: Tangkapan Layar)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani (Foto: Tangkapan Layar)

Jakarta, MI - Realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2025 berhasil menembus Rp1.931,2 triliun, meningkat 12,7% secara tahunan (YoY). Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyebut angka ini melampaui target 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun, dengan tingkat pencapaian 101,3%.

Dari sisi sebaran wilayah, Pulau Jawa menyumbang Rp940,0 triliun (48,7%), sementara kawasan luar Jawa menyerap Rp991,2 triliun (51,3%).

Dari segi modal, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp900,9 triliun (46,6%), sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1.030,3 triliun (53,4%). Total investasi ini juga berhasil menyerap 2.710.532 tenaga kerja.

"Alhamdulillah saya sampaikan bahwa target realisasi investasi 2025 sebesar Rp 1.905,6 triliun Alhamdulillah tercapai dan bahkan melebihi sedikit dari target yang dicanangkan. Sepanjang 2025 ini dari Januari sampai Desember total realisasi investasi sudah mencapai Rp 1.931,2 triliun," ujar Rosan dalam konferensi pers di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Singapura menjadi investor asing terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 17,4 miliar, disusul Hong Kong di posisi kedua dengan nilai US$ 10,6 miliar. China berada di posisi ketiga dengan investasi US$ 7,5 miliar, kemudian Malaysia US$ 4,5 miliar, dan Jepang dengan nilai US$ 3,1 miliar.

Untuk kuartal IV 2025, realisasi investasi tercatat Rp496,9 triliun, meningkat 29,8% YoY dan naik 1,1% QoQ. Angka ini setara 26,1% dari target investasi tahun 2025 yang sebesar Rp 1.905,6 triliun.

Dari sisi lokasi, investasi yang masuk Pulau Jawa mencapai Rp247,5 triliun (49,8%), sementara luar Jawa 50,2%. Berdasarkan jenis modal, PMA sebesar Rp256,3 triliun (51,6%), sedangkan PMDN tercatat Rp240,6 triliun (48,4%).

Topik:

investasi penanaman-modal pmdn ekonomi-indonesia