Bappenas: MBG Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 29 Januari 2026 14:35 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (Foto: Ist)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa program Makan Bergizi (MBG) menjadi kebutuhan yang lebih mendesak dibandingkan penciptaan lapangan kerja. Meski begitu, ia menekankan keduanya tetap sama-sama penting bagi pembangunan nasional.

Menurut Rachmat, pandangan tersebut kerap memunculkan perdebatan publik. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan dan gizi, tidak bisa ditunda.

"Pada waktu saya ditanya mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting sekali? Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak, daripada lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting. Tetapi MBG lebih mendesak," ujar Rachmat dalam agenda Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia mencontohkan realitas di sejumlah wilayah terpencil, di mana sebagian masyarakat masih mengalami kelaparan. Menurutnya, dalam situasi tersebut, pendekatan jangka panjang seperti penciptaan lapangan kerja tidak selalu relevan jika kebutuhan paling dasar belum terpenuhi.

"Ada yang bilang tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati," kata dia.

Karena itu, Rachmat menegaskan bahwa pemenuhan gizi melalui program MBG menjadi fondasi penting agar pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan efektif, sebelum kebijakan lain seperti penciptaan lapangan kerja memberikan dampak jangka panjang.

"Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa kita. Mereka lapar, mereka kelaparan," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkit program MBG dalam ajang World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026).

Dalam sambutan kunci di forum bergensi itu, Prabowo mengatakan, program MBG itu bakal segera mengalahkan McDonald’s (McD).

Ia berkelakar Indonesia hanya butuh waktu satu tahun untuk melampaui capaian McD ihwal porsi makanan ke masyarakat setiap harinya.

“Untuk memberi gambaran, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, kami akan melampaui McDonald’s, yakni 68 juta porsi makanan per hari. Kami memulai program ini pada Januari tahun lalu,” kata Prabowo.

Prabowo menargetkan program Makan Bergizi ini mampu menjangkau hingga 82,9 juta porsi makanan per hari.

Program MBG ini mulai diluncurkan pemerintah pada 6 Januari 2025 dengan 190 dapur awal yang mampu menyediakan sekitar 570 ribu porsi makanan per hari.

Seiring waktu, jangkauan program ini berkembang pesat. Saat ini, jumlah dapur MBG telah mencapai 21.102 unit yang beroperasi di seluruh Indonesia.

“Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk 59,8 juta anak, ibu, dan lansia yang hidup sendiri, mereka menerima makanan ini setiap hari,” ujarnya.

“Sebagai perbandingan, McDonald’s memulai dapur pertamanya pada tahun 1940, dan untuk mencapai 68 juta porsi per hari, mereka membutuhkan waktu sekitar 55 tahun,” pungkasnya.

Topik:

bappenas program-mbg lapangan-kerja