Kejagung Sita Aset Musim Mas dan Permata Hijau Group
Jakarta, MI - Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sementara sejumlah aset milik Musim Mas Group dan Permata Hijau Group terkait kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO (Crude Palm Oil).
"Kita memang kan dulu sudah melakukan beberapa penyitaan dan memang ada uang pengganti yang masih belum didonasi. Dari Rp17 sekian T (triliun), ada Rp4 sekian T (triliun) dan mereka sanggup akan membayar mencicil," kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, Kamis (6/11/2025).
Aset tersebut bakal dikembalikan ke mereka saat mereka telah memenuhi kewajibannya membayar uang pengganti.
Sebaliknya, jika mereka tak memenuhi kewajibannya itu, aset tersebut bakal di lelang untuk menutupi yang pengganti kerugian negara.
"Namun, apabila mereka tidak komit terhadap perjanjiannya untuk menelusuri, maka aset yang ada akan kita lakukan sita dan kita lelang untuk menutupi daripada uang pengganti kerugian negara," tuturnya.
Pihaknya memberikan tenggat untuk melunasi pembayaran uang pengganti kerugian negara tersebut hingga tahun 2026 mendatang.
Ada berbagai aset yang disita, mulai dari perkebunan hingga pabrik. "Ya ada beberapa aset, ada perkebunan, ada pabrik, ada juga (tanah), kita tunggu saja ke depannya," tandasnya.
Topik:
KejagungBerita Terkait
Pakar Hukum Soroti Dugaan Oknum Kejagung Minta Rp1,5 Miliar ke Pejabat Kemnaker terkait Pemerasan K3
4 Februari 2026 13:32 WIB
Kejagung Dalami Dugaan Permintaan Uang Oleh Oknum Jaksa ke Eks Direktur Kemnaker
3 Februari 2026 19:38 WIB
Kejagung Dalami Pengakuan Pejabat Kemnaker Soal Terima Uang Proyek Chromebook
3 Februari 2026 16:34 WIB
Sidang K3 Kemnaker: Saksi Ungkap Dugaan ‘Orang Kejagung’ Minta Uang Rp 1,5 Miliar ke Eks Direktur Kemnaker
3 Februari 2026 15:52 WIB