KPK Panggil Ajudan Gubernur Riau Abdul Wahid
Jakara, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil ajudan Gubernur Riau Abdul Wahid, Dahri Iskandar (DI) untuk dimintai keterangannya sebagai saksi terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan bahwa pemeriksaan Dahri Iskandar sebagai saksi akan dilakukan penyidik di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau.
"Pemeriksaan dilakukan di BPKP Provinsi Riau," kata Budi, Rabu (3/11/2025).
Selain Dahri Iskandar, KPK juga memanggil tiga orang saksi lainnya, yakni Kabag Protokol Setda Riau Raja Faisal Febnaldi (RFF), Kepala UPT Wilayah VI Dinas PUPR KPP Riau Rio Andriadi Putra (RAP) dan Angga Wahyu Pratama (AWP) selaku pihak swasta.
Meski demikian, Budi tidak menjelaskan lebih lanjut terkait materi apa yang akan didalami penyidik pada pemeriksaan keempat orang tersebut.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Abdul Wahid (AW) selaku Gubernur Riau, Muhammad Arif Setiawan (MAS) selaku Kepala Dinas (Kadis) PUPR-PKPP Riau dan Dani M Nursalam (DMN) selaku Tenaga Ahli Gubernur Riau Abdul Wahid.
"Menetapkan 3 orang sebagai tersangka, yakni saudara AW selaku Gubernur Riau, saudara MAS selaku Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau dan saudara DAN selaku Tenaga Ahli Gubernur Riau," kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam konferensi di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (5/11/2025).
Topik:
KPK Gubernur Riau Abdul Wahid Kasus PemerasanBerita Sebelumnya
Diduga Keciprat TPPU Mardani Maming Rp 100 M, PBNU akan "Digarap" KPK
Berita Selanjutnya
KPK Panggil Manajer Keuangan Internal BJB terkait Kasus Pengadaan Iklan
Berita Terkait
Skandal Restitusi PPN Puluhan Miliar, Kepala KPP Madya Banjarmasin Dicokok KPK — Borok Pengawasan DJP Kembali Terbuka
51 menit yang lalu
Tamparan Keras bagi Kejagung: Penerima Gratifikasi Chromebook Lolos, Nyangkut di KPK?
12 jam yang lalu
Badiul Hadi: Jangan Jadikan Kasus PT PP Ajang Spekulasi, KPK Harus Bekerja Tuntas dan Terbuka
12 jam yang lalu
OTT Pajak & Bea Cukai Terbongkar, Menkeu Sebut “Shock Therapy” — Publik Bertanya: Mengapa Baru Bereaksi Setelah KPK Menyergap?
12 jam yang lalu