Hujan Deras Guyur Jakarta: 6 RT dan 4 Jalan Terendam

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 12 Januari 2026 11:00 WIB
Banjir di Jakarta, Senin (12/1/2026) (Foto: Tangkapan Layar)
Banjir di Jakarta, Senin (12/1/2026) (Foto: Tangkapan Layar)

Jakarta, MI - Hujan lebat yang turun sejak dini hari di Jakarta mengakibatkan sejumlah wilayah di ibu kota dilanda banjir. Hingga Senin (12/1/2026) pukul 09.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat terdapat 6 RT dan 4 ruas jalan yang tergenang, dengan ketinggian air di titik terparah mendekati 1 meter.

"Saat ini terdapat 6 RT dan 4 ruas jalan tergenang," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI, Mohamad Yohan, Senin (12/1/2026).

Menurut Yohan, banjir melanda kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Di Jakarta Selatan, genangan ditemukan di empat titik permukiman warga. Sedangkan di Jakarta Utara, banjir merendam dua RT.

Jakarta Selatan (6 RT):

- Kelurahan Duren Tiga: 1 RT dengan ketinggian 40 cm akibat curah hujan tinggi.

- Kelurahan Pasar Minggu: 3 RT dengan ketinggian mencapai 40 hingga 95 cm. Kondisi ini diperparah oleh luapan Kali Krukut.

Jakarta Utara (2 RT):

- Kelurahan Tanjung Priok: 2 RT dengan ketinggian air sekitar 20 cm.

4 Ruas Jalan di Jakarta Utara Terendam Air

Tak hanya permukiman warga, genangan air juga menghambat kelancaran arus transportasi di kawasan Jakarta Utara. Tercatat, empat ruas jalan utama terdampak banjir. Berikut daftarnya:

- Jl. Anggrek, Kel. Rawa Badak Utara

- Jl. Walang Baru VII A, Kel. Tugu Utara

- Jl. Rorotan 10 (Depan Masjid Tanwirul Ikhsan), Kel. Rorotan

- Jl. Taman Stasiun, Kel. Tanjung Priok

BPBD DKI Jakarta menegaskan seluruh unsur teknis telah dikerahkan ke lapangan untuk menangani kondisi tersebut. Upaya penanganan dilakukan melalui koordinasi berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan hingga dinas terkait.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Serta mengkoordinasikan dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat, Lurah dan Camat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

Selain penanganan teknis, pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas juga mulai disiapkan.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," ucap Yohan.

Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil. Warga juga diminta segera mencari bantuan apabila menghadapi situasi darurat melalui saluran resmi.

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," tuturnya.

Topik:

banjir-jakarta hujan-deras