Plafon Gedung Bundar Jampidsus Kejagung Ambrol, Kualitas Bangunan Dipertanyakan

Aldiano Rifki
Aldiano Rifki
Diperbarui 22 Januari 2026 18:36 WIB
Belum lama ditempati, plafon Gedung Bundar Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) yang berada tepat di depan Musala Al-Haqq, ambrol sepanjang 10 meter, Kamis (22/1/2025).
Belum lama ditempati, plafon Gedung Bundar Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) yang berada tepat di depan Musala Al-Haqq, ambrol sepanjang 10 meter, Kamis (22/1/2025).

Jakarta, MI — Gedung Bundar Pidana Khusus milik Kejaksaan Agung kembali disorot. Belum lama ditempati, plafon bangunan yang berada tepat di depan Musala Al-Haqq itu ambrol sepanjang kurang lebih 10 meter, Kamis sore (22/1/2025), sekitar pukul 16.30 WIB. Insiden ini menambah daftar ironi di jantung institusi penegak hukum.

Suara benturan keras terdengar sebelum plafon runtuh. Saat kejadian, awak media Matafakta.com berada di teras Musala Al-Haqq dan menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Beruntung, tidak ada aktivitas di lokasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, keberuntungan semata jelas bukan pembenaran atas kelalaian.

Dugaan mengarah pada kualitas material. Plafon disebut menggunakan bahan yang tidak tahan air, sehingga tak mampu menahan beban hujan yang mengguyur Jakarta Selatan sepanjang hari. Fakta ini memantik pertanyaan serius: bagaimana mungkin gedung strategis penanganan perkara pidana khusus dibangun dengan material rentan?

Kejadian ini semakin memalukan mengingat gedung tersebut berada di bawah pengelolaan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus—unit yang selama ini lantang berbicara soal ketegasan, integritas, dan profesionalisme. Jika urusan mutu bangunan saja abai, publik wajar meragukan standar pengawasan proyek dan akuntabilitas anggarannya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas kebersihan tampak membersihkan puing-puing runtuhan. Belum ada keterangan resmi soal penyebab teknis, nilai proyek, kontraktor pelaksana, maupun langkah evaluasi. Transparansi mendesak dilakukan. Publik berhak tahu: apakah ini sekadar kecelakaan konstruksi, atau potret bobroknya tata kelola pembangunan gedung negara?

Insiden plafon ambrol ini bukan sekadar soal bangunan. Ini alarm keras tentang kualitas, pengawasan, dan tanggung jawab di pusat kekuasaan hukum. Jika dibiarkan berlalu tanpa penjelasan dan perbaikan menyeluruh, kepercayaan publik ikut runtuh—sepanjang runtuhan plafon itu sendiri.

Topik:

Kejaksaan Agung Jampidsus Gedung Jampidsus Ambrol Plafon Gedung Ambrol Proyek Pemerintah Mutu Bangunan Negara Dugaan Korupsi Proyek Jakarta Selatan Berita Hukum Skandal Infrastruktur