SBY Soal Banjir Sumatera: Penanganan Bencana Butuh Waktu dan Strategi Matang

Albani Wijaya
Albani Wijaya
Diperbarui 25 Desember 2025 14:09 WIB
Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Jakarta, MI – Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pandangan pribadinya terkait penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Pandangan tersebut disampaikan SBY melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, @SBYudhoyono. Ia mengaku terus mencermati perkembangan bencana, termasuk dampaknya terhadap korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta langkah-langkah penanganan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah.

"Secara pribadi saya terus mengikuti dan mencermati terjadinya bencana alam di Sumatera. Perhatian saya tertuju pada seberapa parah bencana tersebut, termasuk korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik," tulis SBY di akun X pribadinya, dikutip monitorindoensia.com pada Kamis (25/12/2025) 

SBY juga mengaku memperhatikan berbagai respons dan percakapan publik terkait bencana berskala besar yang terjadi di tiga provinsi tersebut, termasuk kritik terhadap langkah-langkah penanganan bencana.

"Saya juga mendengarkan komentar dan percakapan publik menyangkut bencana yang skalanya besar tersebut, termasuk komentar-komentar yang kritis," ungkapnya. 

Melalui akun X pribadinya, SBY menyampaikan pandangan berdasarkan pengalaman memimpin penanganan sejumlah bencana besar saat dirinya menjabat sebagai kepala negara.

Menurut SBY, penanganan bencana bukan perkara sederhana, khususnya pada fase tanggap darurat yang kerap diwarnai berbagai kendala di lapangan. Ia menekankan bahwa proses penanganan, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi, membutuhkan waktu, sumber daya yang memadai, perencanaan yang matang, serta pelaksanaan yang efektif.

"Penanganan bencana itu kompleks dan tidak segampang yang dibayangkan. Terutama pada fase tanggap darurat yang biasanya terjadi kelumpuhan di sana-sini. Penanganan bencana, termasuk rekonstruksi dan rehabilitasinya,memerlukan waktu," tuturnya. 

SBY juga menyoroti pentingnya komando dan pengendalian yang efektif melalui manajemen krisis yang dipimpin langsung oleh presiden. Namun, ia menilai setiap pemimpin memiliki gaya dan pendekatan berbeda dalam menghadapi bencana.

Ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah turun langsung ke lapangan dan mengambil sejumlah kebijakan untuk pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.

"Saya tahu, Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh. Saya juga tahu, Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan untuk membangun kembali provinsi-provinsi di Sumatera yang mengalami bencana alam tersebut," imbuhnya.

SBY menegaskan bahwa fokus ke depan harus diarahkan pada rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, hal ini agar wilayah tersebut dapat pulih dan bahkan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Ia menyebutkan beberapa faktor kunci keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi, di antaranya konsep perencanaan yang kuat, organisasi dan kepemimpinan lapangan yang efektif, implementasi yang konsisten, serta akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

"Jangan dilupakan, akuntabilitas penggunaan uang negara juga dijaga dengan baik," tegasnya

Lebih lanjut, SBY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah dalam membangun kembali wilayah Sumatera pascabencana.

"Demikian pendapat saya dan mari kita dukung langkah-langkah pemerintah untuk membangun kembali Sumatera pasca bencana dan memastikan saudara-saudara kita yang terkena musibah memiliki masa depan yang baik," ujarnya. 

Topik:

Susilo Bambang Yudhoyono SBY Bencana Sumatera Penanganan Bencana Sumatera