Menteri PU Bantah Tudingan Lamban Tangani Bencana di Sumatera

Zul Sikumbang
Zul Sikumbang
Diperbarui 16 Januari 2026 22:57 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan hasil evaluasi Kementerian PU terkait bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026)
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan hasil evaluasi Kementerian PU terkait bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026)

Jakarta, MI - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membantah tudingan bahwa Kementerian PU lamban untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

"Saya mohon maaf kalau kalau kita belum secepat yang diinginkan masyarakat Aceh, Sumut, dan Sumbar. Tidak ada niat sama sekali kita berlamban-lamban, berleha-leha. Kalau kita berleha-leha, tidak mungkin saya perintahkan kerja siang malam, membuat program Padat Karya untuk memulihkan infrastruktur," kata Dody Hanggodo saat media briefing di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Ia menyebutkan, dalam memperbaiki maupun membersihkan infrastruktur yang terdampak bencana dibutuhkan peralatan baik yang besar maupun kecil. Untuk mendapatkan dan mendatangkan alat berat tersebut tentu tidak mudah. Ia mencontohkan, memperbaiki jembatan milik pemerintah provinsi yang putus harus mendatangkan bailey dari Kalimantan Timur dan Riau.

"Kalau untuk memperbaiki jembatan daerah yang hampir 900 an, kita butuh bailey sebanyak 900 juga dan itu didatangkan dari berbagai daerah, seperti dari Balikpapan, Kalimantan Timur ke Aceh. Untuk  mengangkutnya setengah mati, hanya dengan kapal karena berat 1 bailey itu 55 ton dan kita angkut 6 bailey. Tidak ada yang berani dengan pesawat," sebut Menteri Dody.

Begitupun dengan bersih-bersih infrastruktur yang milik pemerintah daerah yang letaknya jauh dan jalan yang sempit menjadi salah faktor penghambat.

"Maaf  kalau alat ya kurang karena untuk bersih-bersih menggunakan alat berat yang kecil dan mencarinya susah, makanya kita perbanyak Program Padat Karya, prosesnya agak sedikitnya melambat. Saya minta maaf kalau itu dianggap lamban," sambung Menteri Dody.

Ia menginginkan perbaikan infrastruktur seperti jalan nasional dan jalan daerah, jembatan, sarana prasarana seperti rumah sakit, PDAM dan sebagainya sudah bisa pulih total jelang Ramadhan 2026 ini.

"Ini masalah kemanusiaan. Kami ingin saat Ramadhan tidak ada lagi yang tinggal di tenda-tenda. Segala daya dan upaya kita kerjakan, tidak ada sedikitpun terlintas untuk berlama-lama memperbaiki kerusakan," sebut Menteri Dody.

Sejak terjadi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kementerian PU telah mengirim 1400 personil untuk segera menangani bencana tersebut.

"Per 15 Januari 2026, total personel yang sudah kita kirimkan sekitar 1400 an orang, kita juga disupport oleh TNI, Polri dan masyarakat," pungkas Menteri Dody.

Topik:

Menteri PU Dody Hanggodo Bencana Sumatera 1400 personil PU