Menteri PU Tak Segan Marahi Bawahan Bila Lambat Bekerja

Zul Sikumbang
Zul Sikumbang
Diperbarui 16 Januari 2026 15:58 WIB
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengenakan sarung saat media briefing di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026). Zul Sikumbang
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengenakan sarung saat media briefing di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026). Zul Sikumbang

Jakarta, MI - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, dirinya tidak akan segan-segan memarahi bawahannya bila lamban bekerja, terutama di daerah bencana.

"Saya ngomel, saya marahi, saya bentak-bentak, iya karena berhubungan dengan nyawa manusia. Kalau mereka bilang, besok aja ya bangunnya ya pak, bisa saya sembelih di situ," kata Menteri Dody saat media briefing di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Bahkan, kata Menteri Dody, dirinya akan memberikan reward (penghargaan) kepada pegawai Kementerian PU, bahkan pegawai PPPK sekalipun yang berhasil melaksanakan tugas dengan baik saat bencana seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Punisment saya usahakan tidak ada, paling saya ngomel-ngomel, saya maki-maki ya, tap punish tidak. Saya reward iya, kalau berhasil bekerja saya jadikan Dirjen, walupun namanya P3K," katanya.

Dalam kasus bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tidak ada business as usual.

"Ini kan soal bencana, larinya ke arah waktu, kita gak bisa main-main soal bencana, karena kita mempertaruhkan nyawa teman-teman kita, masyarakat, taruhannya di situ. Buka  business as usual. Reward pasti saya berikan kalau bisa melampaui ekpekstasi saya. 10 menit selesai asalkan berkualitas," kata Menteri Dody.

"Urusan Aceh, Sumut, dan Sumbar  tidak ada busuness as usual, tidak ada itu. Kalau ada seperti itu, saya tendang ke luar," tegas Menteri Dody.

Topik:

Menteri PU Dody Hanggodo Bencana Sumatera