Menteri PU: Bagaimanapun Caranya, Saya Harus Membuat Bos Saya Tersenyum

Zul Sikumbang
Zul Sikumbang
Diperbarui 30 Januari 2026 10:04 WIB
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo

Padang, MI - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, sebagai pembantu presiden, dirinya tak ingin melihat Presiden Prabowo Subianto menangis karena melihat rakyat kesusahan.

Oleh karena itu, kata Dody, Ia harus membuat Presiden Prabowo tersenyum dengan apa yang ia lakukan.

Berikut wawancara singkat monitorindonesia.com dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo di sela-sela kunjungan kerja di Sumatera Barat, Kamis (29/1/2026).

Bapak kan sudah satu tahun lebih jadi menteri, apa yang bapak rasakan setahun lebih ini?

Senang sih, bahagia sih. Beda suasana lah, beda tim kerja lah. Menurut saya menyenangkan. Paling tidak apa yang saya kerjakan hari ini bermanfaat bagi masyarakat

Apa yang menjadi hambatan dalam menjalankan tugas?

Hampir gak ada, paling masalah koordinasi. Itu hebatnya pak Prabowo Subianto, kita dikumpulin di Magelang, itu amat sangat membantu. Sekarang itu, saya dengan mudah menelepon kementerian/lembaga lain, dengan siapapun, dengan mudah, saya bisa telepon Panglima TNI kapanpun.

Saya masih ingat saat bencana pertama kali terjadi. Saya sengaja tidak bersama Presiden Prabowo, saat di Bandara Pinang Sori Sibolga, yang dikelola oleh TNI AU karena jadi basis pengiriman bantuan. Saya turun pesawat, hilang semua, gak ada sinyal, gak apa-apa, solar gak ada, hanya untuk satu hari. Saya lalu minta hotspot kepala bandara, saya telepon lah Dirut Pertamina. Begitu juga dengan LPF

Ada pendapat, ada di media sosial menyebutkan, Menteri PU agak lamban bekerja terkait bencana Sumatera?

Saya anggap itu wajar. Maunya kita kalau ada bencana, satu detik kemudian beres semua. Kalau ada teman-teman terkena bencana dan berasumsi seperti itu, saya hanya minta maaf. Tapi tahulah bencana seluas itu yang harus ditangani, ada 52 kabupaten yang terkena bencana.

Filosofi bapak bekerja?

Filosofi bekerja, kalau bencana, bagaimana masyarakat terdampak itu , bisa pulih kembali. Kalau Pak Presiden Prabowo itu, kalau rakyatnya kesusahan, dia itu nangis. Jadi tugas saya, salah satu sebagai pembantu beliau, harus membuat bos saya tersenyum, gak boleh nangis, tugas, gimana caranya. Kalau saya tidak bisa jaga dan beliau tetap nangis, yang bodoh saya, bukan bos saya. Jadi gak perlu diperintah, gak perlu. Saya sudah lihat sendiri bagaimana beliau menangis saat melihat rakyatnya susah. Pak Presiden buat Satgas untuk buat jembatan sehingga anak-anak pergi sekolah tidak menyeberang sungai, ibu-ibu hamil gak bisa melahirkan karena menyeberang sungai. Segitunya Pak Presiden.

Apakah bapak terpengaruh dengan isu reshuffle?

Kan saya sudah bilang, saya ini salah satu pembantu beliau, terserah beliau saja. Itu hak beliau, mau gak, mau reshuffle, monggo aja

Topik:

Menteri PU Dody Hanggodo Presiden Prabowo Subianto