Mulai 2026, BI Tinggalkan JIBOR dan Gunakan INDONIA

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 7 Januari 2026 18:21 WIB
Bank Indonesia (Foto: Dok MI)
Bank Indonesia (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Bank Indonesia (BI) resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) dan sepenuhnya beralih menggunakan Indonesia Overnight Index Average (INDONIA) sebagai acuan suku bunga mulai 1 Januari 2026.

Kepala Grup Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Arief Rachman, menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari reformasi benchmark untuk memperkuat kredibilitas pasar keuangan nasional.

"Jadi pada tanggal 31 Desember yang lalu, Bank Indonesia sudah menghentikan publikasi dari JIBOR. Jadi mulai tanggal 1 Januari 2016 ini, Bank Indonesia sudah full menggunakan INDONIA," ujar Arief, Rabu (7/1/2026).

Arief menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya BI melakukan benchmark reform sebagaimana tertuang dalam Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2030. Fokus reformasi adalah memperkuat mekanisme pembentukan Harga di pasar keuangan agar lebih kredibel dan berbasis transaksi.

Ia menambahkan, dalam BPPU 2030, BI menetapkan empat pilar pengembangan pasar keuangan: produk, pricing, partisipan, dan infrastruktur. INDONIA menjadi salah satu instrumen utama dalam penguatan aspek pricing karena disusun berdasarkan transaksi riil di pasar.

"Kita harapkan pasar keuangan kita di Indonesia dapat menjadi satu-satunya acuan harga di pasar keuangan yang kredibel berdasarkan harga transaksi yang terjadi di pasar," jelas Arief.

Dengan acuan harga yang lebih transparan, BI berharap pelaku pasar dapat bertransaksi dengan kepercayaan yang lebih tinggi. Reformasi benchmark ini juga sejalan dengan inisiatif global G20 yang telah dijalankan sejak 2013.

"Kita sebagai salah satu member G20 juga melaksanakan yang disebut sebagai benchmark reform. Jadi upaya kita mengganti JBOR dengan Indonesia adalah merupakan bagian dari benchmark reform secara global," ungkapnya.

Ke depan, BI menargetkan INDONIA digunakan lebih luas, tidak hanya untuk tenor overnight. Hingga 2030, BI berencana mengembangkan INDONIA agar dapat digunakan untuk berbagai tenor hingga 12 bulan.

"Sampai dengan nanti di 2030 kita akan terus berusaha untuk mengembangkan INDONIA ini dan tidak hanya tenor overnight tapi juga tenor-tenor lain sampai dengan 12 bulan untuk agar pasarnya pasar keuangan ini memiliki harga yang semakin kredibel," pungkasnya.

Topik:

bank-indonesia jibor indonia