Dari Sampah jadi Hunian, Dari Sewa jadi Milik: Inovasi Perumahan Masa Depan Unjuk Gigi di BTN Expo 2026
Jakarta, MI - Transformasi sektor perumahan nasional memasuki babak baru. Rumah yang dibangun dari material limbah, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memitigasi risiko banjir, hingga skema kepemilikan hunian bertahap berbasis rent-to-own menjadi sorotan utama dalam gelaran BTN Expo 2026.
Beragam terobosan tersebut ditampilkan para finalis BTN Housingpreneur 2025, ajang inovasi yang digagas PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk menghadirkan solusi konkret atas tantangan struktural perumahan di Indonesia.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menegaskan bahwa BTN Housingpreneur merupakan ruang strategis bagi para startup, wirausaha properti, arsitek, hingga mahasiswa untuk menghadirkan gagasan dan teknologi yang relevan dengan masa depan perumahan nasional.
“Kami menghimpun startup di bidang perumahan, mulai dari property technology (proptech), produsen material bangunan berkelanjutan, hingga pengembang desain rumah rendah emisi atau rumah hijau. Semua ini kami dorong agar menjadi solusi nyata, bukan sekadar konsep,” ujar Setiyo di sela BTN Expo 2026, Jumat (30/1/2026).
Setiyo menjelaskan, BTN Housingpreneur 2025 melalui proses kurasi yang ketat. Dari lebih dari 8.000 pendaftar di seluruh Indonesia, terpilih 58 inovator terbaik yang menampilkan karya dan inovasi mereka dalam showcase BTN Expo 2026.
“Ekosistem perumahan selalu membutuhkan ide-ide baru. Sebagai bank dengan ekosistem pembiayaan perumahan terbesar, BTN mencari mitra-mitra inovatif yang siap dikolaborasikan dan di-scale up,” tambahnya.
Berbeda dari pendekatan konvensional, mayoritas inovasi finalis BTN Housingpreneur memandang rumah tidak lagi semata sebagai bangunan fisik. Inovasi yang ditawarkan berupaya menjawab persoalan mendasar, seperti keterbatasan daya beli masyarakat, tingginya risiko bencana di kawasan permukiman, serta ketergantungan pada material bangunan konvensional yang berdampak pada lingkungan. Seluruh solusi dinilai memiliki potensi komersial sekaligus keberlanjutan jangka panjang.
Sejumlah inovator menampilkan material bangunan alternatif dari limbah non-plastik, seperti Parongpong Raw Lab yang mengolah sampah residual, Agriya (Surabaya) dengan cat tembok berbahan sekam padi, serta Bell Living Lab (Bandung) yang memanfaatkan limbah kopi untuk menekan biaya konstruksi dan jejak karbon.
Sementara itu, Geoflood AI dari Palembang menghadirkan teknologi AI untuk memetakan risiko banjir dan karakter lahan sejak tahap perencanaan, sehingga desain hunian dapat disesuaikan dengan kondisi iklim dan wilayah.
Kendan Maranatha, Program Manager Parongpong Raw Lab, menjelaskan bahwa pihaknya mengusung konsep waste-to-material dengan mengolah sampah residual non-plastik—seperti jaring nelayan bekas, puntung rokok, cangkang kerang, hingga karung semen—yang selama ini tidak memiliki industri daur ulang.
“Produk kami, Oriplast, berasal dari karung semen dan dapat menjadi pengganti decking kayu, sekaligus mengurangi deforestasi. Di balik produk ini, ada nilai sosial dan lingkungan, termasuk keterlibatan keluarga nelayan pesisir,” jelas Kendan.
Tak hanya dari sisi konstruksi dan mitigasi risiko, inovasi juga menyasar akses kepemilikan rumah. Ontoown (Bandung) memperkenalkan aplikasi skema rent-to-own dan hunian bertahap yang memungkinkan masyarakat—terutama generasi muda dan berpenghasilan terbatas—memiliki rumah secara gradual melalui sistem sewa bulanan hingga siap membayar uang muka (DP) KPR.
“Banyak aset hunian menganggur, sementara Gen Z membutuhkan rumah tetapi terkendala credit history dan DP. Platform ini menjembatani kesenjangan tersebut,” ujar Zikra, anggota tim Ontoown.
Melalui BTN Housingpreneur 2025, BTN memperkuat perannya sebagai penghubung antara inovator, pelaku industri, dan ekosistem pembiayaan perumahan.
Seluruh inovasi finalis dapat disaksikan langsung dalam rangkaian BTN Expo 2026, yang juga menghadirkan pameran properti, peluang karier, UMKM, serta berbagai aktivitas gaya hidup.
Program ini akan ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025 pada Sabtu, 31 Januari 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap inovator perumahan terbaik nasional yang siap membentuk wajah hunian Indonesia di masa depan.
Topik:
BTN Expo 2026 BTN Housingpreneur 2025 Inovasi Perumahan Rumah Berkelanjutan Material Daur Ulang Rumah dari Sampah AI Mitigasi BanjirBerita Sebelumnya
Profil Iman Rachman, Dirut BEI yang Mundur di Tengah Gejolak IHSG
Berita Selanjutnya
Kasus Pinjol Crowde Masuk Pengadilan, OJK Ungkap 62 Mitra Fiktif
Berita Terkait
Tutup Rangkaian BTN Expo 2026, Awarding BTN Housingpreneur 2025 Lahirkan Inovator Muda Ekosistem Perumahan
1 Februari 2026 14:56 WIB
BTN Cetak 57 Inovator Baru, Housingpreneur 2025 Ditutup Meriah di BTN Expo 2026
31 Januari 2026 19:25 WIB