Dua Saham RI Dicoret dari MSCI, Ini Kata OJK

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 11 Februari 2026 2 jam yang lalu
Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi (Foto: Dok MI)
Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali melakukan peninjauan atau rebalancing terhadap sejumlah saham Indonesia. Ada satu saham yang tercatat turun kelas, sementara dua emiten lainnya harus keluar dari indeks MSCI.

Menanggapi hal itu, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menjelaskan bahwa rebalancing dilakukan berdasarkan valuasi saham terkait. 

Ia juga menegaskan, rebalancing saham MSCI kali ini juga tidak berdampak terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Rebalancing yang sekarang hanya bobot ya. Sebagian masuk, sebagian lebih tinggi, sebagian keluar. Nah itu tentu kalau dilihat dari sisi market, ternyata market juga cukup baik meresponnya ya," ujarnya kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Pada penutupan perdagangan Rabu (11/2/2026), IHSG tercatat menguat. Indeks saham acuan tersebut naik 1,96% ke posisi 8.290,96, dengan volume perdagangan sebanyak 62,05 miliar dan nilai transaksi sebesar Rp 29,80 triliun.

"Market sudah memahami apa yang kira-kira dan mengantisipasi apa yang kira-kira akan terjadi melalui rebalancing yang dilakukan oleh MSCI. Tentu ini kita harapkan dapat terjaga sampai nanti kita mendapatkan konfirmasi pada saat siklus evaluasi rating berikutnya yang di bulan Mei," tuturnya.

Berdasarkan pengumuman di laman resmi MSCI, saham emiten milik Salim Group, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), diturunkan ke kategori Small Cap Indexes dari sebelumnya Global Standard Indexes.

Selanjutnya, ada dua emiten Indonesia yang dicabut dari kategori Small Cap Indexes. Pertama, saham PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) milik pengusaha asal Surabaya, Hermanto Tanoko. Saham kedua adalah PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). Keputusan ini mulai berlaku sejak penutupan perdagangan 27 Februari dan efektif mulai 2 Maret 2026.

Topik:

ojk saham-msci pasar-modal-indonesia