Pendapatan Melonjak, EXCL Berbalik Rugi Rp4,42 Triliun Sepanjang 2025

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 13 Februari 2026 6 jam yang lalu
Pekerja dari PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). (Foto: Dok XLSmart)
Pekerja dari PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). (Foto: Dok XLSmart)

Jakarta, MI - PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) harus menghadapi tahun yang berat sepanjang 2025. Meski pendapatan tumbuh signifikan, perusahaan justru mencatat rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,42 triliun. Padahal, pada 2024 EXCL masih membukukan laba Rp1,81 triliun.

Berdasaran laporan keuangan yang diterbitkan di BEI, dikutip Jumat (13/2/2026), kinerja EXCL sebenarnya cukup impresif. Hingga 31 Desember 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp42,44 triliun, melonjak 23,41% dibandingkan Rp34,39 triliun pada tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut terutama ditopang oleh segmen jasa GSM mobile dan jaringan telekomunikasi yang menyumbang Rp41,97 triliun. Sementara segmen managed service dan jasa teknologi informasi berkontribusi Rp529,44 miliar. Total pendapatan ini dikurangi biaya eliminasi sebesar Rp63,01 miliar.

Namun, kenaikan pendapatan tidak mampu mengimbangi lonjakan beban usaha. Beban penyusutan melonjak tajam menjadi Rp17,58 triliun dari Rp12,07 triliun. Beban infrastruktur naik ke Rp12,32 triliun dari Rp8,94 triliun, sementara beban interkoneksi dan beban langsung lainnya meningkat menjadi Rp4,9 triliun dari Rp3,28 triliun.

Tekanan lain pun datang dari beban gaji dan kesejahteraan karyawan yang melonjak drastis menjadi Rp4,28 triliun, jauh di atas Rp1,73 triliun pada 2024. Beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp2,29 triliun dari Rp2,09 triliun.

Selain itu, beban umum dan administrasi meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp841,99 miliar dari Rp454,99 miliar. Beban amortisasi naik ke Rp428,52 miliar dari Rp216,92 miliar, sedangkan beban lain-lain melonjak tajam menjadi Rp1,05 triliun dari Rp230,29 miliar.

Dari sisi pendanaan, biaya keuangan turut meningkat menjadi Rp4,01 triliun dari Rp3,11 triliun. Pada saat yang sama, keuntungan dari transaksi penjualan dan sewa-balik menara turun signifikan menjadi Rp141,22 miliar dari Rp415,64 miliar, sehingga makin menekan laba bersih.

Sedangkan total aset EXCL per 31 Desember 2025 tercatat Rp115,31 triliun, naik dari Rp86,17 triliun pada 2024. Aset tersebut terdiri dari aset lancar Rp15,02 triliun dan aset tidak lancar Rp100,29 triliun.

Sementara itu, liabilitas melonjak menjadi Rp85,3 triliun dari Rp59,94 triliun, dengan ekuitas meningkat ke Rp30 triliun dari Rp26,22 triliun.

Kinerja ini menunjukkan bahwa meski EXCL mampu mencatat pertumbuhan pendapatan yang agresif, lonjakan beban operasional dan keuangan menjadi tantangan besar yang membuat perusahaan berbalik merugi sepanjang 2025.

Topik:

excl xlsmart-telecom-sejahtera xlsmart