Akses Transportasi Aceh Pulih Nyaris Total, BNPB Kebut Normalisasi Sungai

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 30 Desember 2025 22:22 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan penjelasan terkait pemulihan akses jalan dan jembatan di Aceh pasca-banjir dan longsor, Selasa (30/12/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan penjelasan terkait pemulihan akses jalan dan jembatan di Aceh pasca-banjir dan longsor, Selasa (30/12/2025).

Jakarta, MI – Pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh menunjukkan perkembangan signifikan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa dua jalur utama, yakni lintas timur dan lintas barat, kini sudah sepenuhnya berfungsi kembali tanpa hambatan berarti.

Menurut keterangan yang disampaikan di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2025), konektivitas Banda Aceh menuju Medan maupun rute Banda Aceh hingga Nagan Raya telah normal. Jalur lain seperti Nagan Raya–Takengon, Pidie–Takengon, serta Bener Meriah–Lhokseumawe melalui Krueng Geukueh–Arun (KKA) juga kini bisa dilintasi.

Untuk jalur Bener Meriah–Bireuen yang terdampak kerusakan jembatan di enam titik, akses sementara telah tersedia melalui jembatan darurat dan rute alternatif sehingga arus transportasi tetap berjalan. Perbaikan jembatan utama masih berproses.

Abdul menuturkan bahwa pekerjaan paling menantang saat ini berada di lintasan Takengon–Gayo Lues. Pada ruas tersebut masih terjadi hambatan akibat sejumlah lokasi longsor dengan kondisi cukup berat. Target pemulihan penuh ditetapkan pada 20 Januari 2026.

Ia mengungkapkan, progres keseluruhan penanganan bencana cukup menggembirakan. Pemulihan pada titik-titik banjir telah tuntas, sementara perbaikan badan jalan putus mencapai 85 persen, penanganan longsoran yang menyebabkan jalan terputus mencapai 86 persen, dan penanganan tebing longsor mendekati 96 persen.

Dari total 360 titik longsor, sebanyak 335 titik atau sekitar 93,06 persen telah berfungsi kembali melalui jalur asli maupun alternatif. Sebanyak 25 titik sisanya masih dalam penyelesaian. Selain itu, dari 38 ruas jalan yang terdampak, 34 ruas berhasil dipulihkan atau setara 89,4 persen progres capaian.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat masih terus mempercepat pembersihan material serta normalisasi sungai. Upaya tersebut diperlukan karena perubahan alur dan endapan sedimen dapat memicu banjir meski curah hujan tidak ekstrem.

Normalisasi sungai menjadi perhatian utama agar masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali beraktivitas dengan aman dan risiko bencana susulan bisa ditekan.

Topik:

Aceh BNPB Pemulihan Infrastruktur Longsor Banjir Jalan Nasional Takengon Gayo Lues Bireuen Nagan Raya Mitigasi Bencana Normalisasi Sungai