BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca, 9 Pesawat Dikerahkan untuk Cegah Banjir di Sumatera

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 31 Desember 2025 14:10 WIB
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Terbesar di Aceh dan Sejumlah Wilayah Sumatera (Foto: Dok BNPB)
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Terbesar di Aceh dan Sejumlah Wilayah Sumatera (Foto: Dok BNPB)

Jakarta, MI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat upaya mitigasi bencana di puncak musim hujan dengan mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Aceh serta sejumlah wilayah Sumatera.

Sebanyak sembilan pesawat dikerahkan dalam operasi ini, yang disebut sebagai salah satu operasi OMC terbesar dalam sejarah Indonesia. Pesawat-pesawat tersebut disebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan tujuan mengendalikan curah hujan sekaligus mendukung normalisasi aliran sungai dan drainase primer.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi BNPB untuk menekan risiko banjir dan tanah longsor.

BNPB menekankan bahwa ancaman banjir tidak hanya berasal dari hujan ekstrem, tetapi juga hujan dengan intensitas sedang. Kondisi drainase primer yang terbatas dan banyaknya debris di jalur aliran air berpotensi memicu banjir susulan jika tidak segera ditangani.

"OMC masih terus kita lakukan, saat ini Aceh empat pesawat, Sumatera Utara dua pesawat, dan Sumatera Barat tiga pesawat. Atensi kita sebenarnya saat ini tidak hanya hujan ekstrem karena hujan intensitas sedang pun itu bisa membuat banjir, karena daya tampung dari drainase primer saluran-saluran air itu sangat terbatas," tutur Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Abdul menjelaskan, normalisasi sungai terus dioptimalkan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI, dan Polri untuk memaksimalkan daya tampung air di jalur-jalur drainase primer. Total sembilan pesawat dikerahkan untuk OMC yang termasuk operasi paling besar dalam sejarah di Indonesia.

"Ini juga menjadi salah satu titik poin untuk atensi kita, karena di setiap ruas-ruas darurat atau ruas yang masih bisa digunakan itu sangat banyak debris-debris [gangguan], baik itu kayu maupun barang-barang lain seperti lumpur yang bisa saja menghambat kemudian bisa membuat luapan air yang bisa menjadi banjir susulan," jelasnya.

Ia menegaskan, saat ini Indonesia berada pada puncak musim hujan, bahkan beberapa daerah mengalami kondisi ekstrem. Oleh karena itu, wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat harus terus dilakukan OMC untuk mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor susulan.

BNPB terus menyalurkan logistic untuk masyarakat di Aceh, terutama untuk menjangkau dua kabupaten utama, yakni Aceh Tengah dan Bener Meriah. Selain kebutuhan pokok, BNPB juga menyalurkan logistik energi, khususnya BBM dan LPG.

"Perbaikan jaringan kelistrikan, ini juga terus dipercepat karena sebenarnya kunci dari percepatan upaya pemulihan ini ada dua, sektor transportasi, sektor akses jalan, dan kemudian sektor kelistrikan. Kalau akses jalan sudah terhubung, listrik tersambung, maka BTS bisa berfungsi, PDAM bisa me-restart kembali generator untuk air pump, ekonomi masyarakat bisa bergerak, dan kita harapkan proses pemulihan bisa lebih cepat," kata Abdul.

Upaya masif BNPB melalui OMC menjadi bagian penting dari mitigasi bencana hidrometeorologi, yang diperkirakan masih tinggi sepanjang musim hujan.

Topik:

bnpb modifikasi-cuaca