Janji Prabowo Tindak Perusahaan Nakal: Izin Usaha akan Dicabut

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 2 Januari 2026 12:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat penegakan hukum di sektor ekonomi di tahun 2026 ini. Ia menyatakan negara akan tampil semakin kuat dalam menertibkan berbagai pelanggaran yang terjadi di bidang perekonomian.

Komitmen tersebut disampaikan Prabowo saat menghabiskan malam tahun bersama masyarakat di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. 

"Kita hadapi dengan penuh semangat dan optimisme. Negara kita akan semakin kuat, dan kita akan bertindak tegas kepada semua perusahaan, semua pihak, yang melanggar akan kita tertibkan semuanya," kata Prabowo, dikutip Jumat (2/1/2026).

Presiden menegaskan pemerintah tidak akan segan-segan mencabut izin usaha bagi perusahaan yang tidak mau mematuhi hukum yang berlaku.

Pemerintah, lanjutnya, akan bertindak tanpa ragu dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, terutama demi melindungi kepentingan masyarakat kecil.

"Yang tidak patuh kepada hukum dan UU akan kita cabut izinnya. Kita tidak akan ragu-ragu bertindak kepentingan bangsa kepentingan negara dan terutama kepentingan rakyat kita," tutur Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan bahwa semua program yang dijalankan pemerintahannya merupakan sebuah strategi untuk memperbaiki nasib masyarakat. Khususnya dalam sektor ekonomi, dia ingin ekonomi masyarakat bisa bangkit dengan lapangan kerja yang makin bertambah.

"Saya tegaskan kembali bahwa semua program kita semua, strategi kita semua adalah untuk memperbaiki kehidupan rakyat kita. Kita ingin ekonomi kita bangkit, lapangan kerja kita tambah ya," kata Prabowo.

Topik:

presiden-prabowo-subianto perusahaan-nakal perekonomian-indonesia