Asap Oranye di Pabrik Cilegon, Anggota DPR Desak Investigasi Menyeluruh

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 3 Februari 2026 16 jam yang lalu
Asap berwarna oranye muncul di Pabrik Cilegon (Foto: Istimewa)
Asap berwarna oranye muncul di Pabrik Cilegon (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Shanty Alda Nathalia, menanggapi peristiwa munculnya asap berwarna oranye di sebuah pabrik di Cilegon, Banten. Ia menilai perlu dilakukan investigasi untuk mengungkap sumber persoalan sekaligus memastikan penanganan terhadap warga di sekitar lokasi kejadian.

Shanty menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq. Menurutnya, Kementerian LH telah mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

"Saya sudah menghubungi Menteri LH dan tim sudah diturunkan. Ini respons taktis yang kita butuhkan. Namun pekerjaan belum selesai. Saya meminta tim bekerja objektif untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh (thorough investigation). Jangan hanya melihat apa yang terjadi di permukaan, tapi cari akar masalahnya sampai ke dalam," ujar Shanty kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Shanty menegaskan agar tim Kementerian Lingkungan Hidup tidak hanya memotret kejadian saat insiden berlangsung, tapi juga melakukan audit sistem keselamatan pabrik secara komprehensif. 

Ia menilai munculnya asap oranye itu menjadi sinyal kuat adanya kegagalan sistem yang serius di industri tersebut.

"Pemeriksaan menyeluruh ini mutlak. Tim harus membedah apakah ini murni kegagalan teknologi, human error, atau adanya pembiaran terhadap standar perawatan (maintenance). Hasil investigasi ini harus transparan dan objektif karena menyangkut kepercayaan publik dan keselamatan nyawa," tutur Shanty.

Politikus PDI Perjuangan itu juga menekankan poin paling krusial adalah nasib warga di sekitar pabrik. Ia menegaskan tanggung jawab perusahaan tidak gugur hanya karena asap telah mereda. Ia menuntut adanya skema rehabilitasi pascakejadian yang jelas dan terukur.

"Yang tidak kalah penting, dan ini poin krusialnya, adalah rehabilitasi warga. Paparan bahan kimia memiliki risiko kesehatan yang mungkin tidak langsung terlihat saat ini, tetapi bersifat jangka panjang (laten). Maka, rehabilitasi kesehatan adalah harga mati," ujarnya.

Shanty mendesak pemerintah agar memastikan perusahaan menanggung seluruh biaya pemulihan fisik dan psikologis warga. Ia juga menyoroti pentingnya pemantauan medis lanjutan guna memastikan organ pernapasan warga aman dari residu kimia.

"Negara harus hadir memastikan rakyatnya terlindungi. Rehabilitasi ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum. Jangan sampai warga ditinggalkan berjuang sendiri melawan dampak kesehatan di kemudian hari setelah berita ini reda," tegasnya.

Pemerintah Kota Cilegon Cek Lokasi

Sebelumnya, Pemerintah Kota Cilegon, Banten, pada Minggu menyatakan kondisi lingkungan di sekitar kawasan industri Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, dinilai masih aman usai peristiwa  kepulan uap berwarna oranye yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).

Pemkot Cilegon bersama pihak kepolisian mendatangi pabrik terkait untuk melakukan peninjauan sekaligus meminta sejumlah keterangan.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan pihak perusahaan masih melanjutkan pemantauan sebagai bentuk kehati-hatian, meski hasil pengecekan awal memastikan tidak terjadi kebocoran pipa maupun tangki penyimpanan bahan kimia.

"Seperti sama-sama kita ketahui, ada kepulan uap berwarna oranye yang sempat viral di masyarakat. Kami bersama Wakapolres langsung meninjau ke lokasi, berkomunikasi dengan manajemen, dan melakukan sidak langsung ke titik kejadian atau TKP," jelas Robinsar di Cilegon, Minggu, dikutip Senin (2/2/2026).

Ia menegaskan hasil klarifikasi teknis menunjukkan tidak adanya kerusakan pada instalasi utama. "Dipastikan juga itu bukan kebocoran pipa ataupun kebocoran dari tangki yang ada. Alhamdulillah tidak ada kebocoran pipa dan tidak ada kebocoran tangki," imbuhnya.

Robinsar menjelaskan, uap berwarna kuning-oranye itu muncul dari reaksi kimia dalam proses penampungan sisa material.

"Uap kuning itu akibat dari penampungan sisa-sisa material. Ada reaksi di situ. Jadi percampuran mungkin ada base oil dan juga bahan asam nitrat yang bercampur, sehingga akhirnya muncul uap kuning tersebut," tuturnya.

Topik:

kepulan-asap-orange pabrik-di-cilegon dpr