GRIB Jaya Geruduk PT Metro Indonesia, Desak Bongkar Legalitas AMDAL

La Aswan
La Aswan
Diperbarui 9 Januari 2026 16:20 WIB
Ratusan anggota GRIB Jaya menggelar aksi demonstrasi di pabrik PT Metro Indonesia, Purwakarta, pada hari ini, Jumat (9/1/2026). Aksi tersebut menyoroti dugaan persoalan perizinan lingkungan serta perlakuan tidak pantas terhadap karyawan..
Ratusan anggota GRIB Jaya menggelar aksi demonstrasi di pabrik PT Metro Indonesia, Purwakarta, pada hari ini, Jumat (9/1/2026). Aksi tersebut menyoroti dugaan persoalan perizinan lingkungan serta perlakuan tidak pantas terhadap karyawan..

Purwakarta, MI - Ratusan anggota GRIB Jaya menggelar aksi demonstrasi di pabrik PT Metro Indonesia, Purwakarta, pada hari ini, Jumat (9/1/2026). Aksi tersebut menyoroti dugaan persoalan perizinan lingkungan serta perlakuan tidak pantas terhadap karyawan.

Koordinator aksi, Trisna Rizki Nugraha, menyampaikan kekhawatiran atas kejelasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dimiliki perusahaan. Ia menegaskan bahwa AMDAL bukan sekadar dokumen administratif, melainkan kewajiban hukum yang berkaitan langsung dengan keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami datang bukan hanya untuk menyampaikan protes, tetapi menuntut kepatuhan terhadap aturan. AMDAL adalah kewajiban mutlak, bukan formalitas yang bisa diabaikan,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Menurutnya, GRIB Jaya telah melakukan kajian awal dan menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka oleh manajemen perusahaan. Ia menilai kejelasan perizinan lingkungan menjadi syarat penting bagi perusahaan yang aktivitasnya berpotensi menimbulkan dampak ekologis.

Selain isu AMDAL, demonstrasi ini juga membawa tuntutan terkait dugaan pelecehan yang dialami sejumlah karyawan oleh atasan mereka. GRIB Jaya menyatakan tidak akan tinggal diam jika pekerja diperlakukan secara tidak manusiawi. “Pelecehan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi dan harus diproses secara hukum,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk berisi tuntutan klarifikasi perizinan AMDAL serta desakan agar pelaku pelecehan diproses sesuai hukum yang berlaku. Perwakilan GRIB Jaya juga menyerahkan surat permohonan resmi kepada manajemen pabrik yang hadir di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Metro Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan yang disampaikan. GRIB Jaya menyatakan terbuka untuk dialog dengan perusahaan maupun instansi terkait, namun menegaskan aksi lanjutan akan dilakukan jika tidak ada kejelasan.

GRIB Jaya juga menyampaikan rencana akan kembali mengerahkan ribuan anggota dari tiga kabupaten pada pekan depan apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti. (Koswara)

Topik:

GRIB Jaya PT Metro Indonesia AMDAL