Dongkrak Kualitas Usia Dini, PAN Luncurkan Program “Satu Anak Satu Bola” di Bekasi

Aldiano Rifki
Aldiano Rifki
Diperbarui 26 Januari 2026 02:37 WIB
Partai Amanat Nasional (PAN) resmi meluncurkan program pembinaan sepak bola usia dini bertajuk MaPAN FC: Satu Anak Satu Bola di Bekasi International Soccer Field (BISF) Betos, Bekasi Timur, Minggu (25/1/2026).
Partai Amanat Nasional (PAN) resmi meluncurkan program pembinaan sepak bola usia dini bertajuk MaPAN FC: Satu Anak Satu Bola di Bekasi International Soccer Field (BISF) Betos, Bekasi Timur, Minggu (25/1/2026).

Bekasi, MI – Partai Amanat Nasional (PAN) resmi meluncurkan program pembinaan sepak bola usia dini bertajuk MaPAN FC: Satu Anak Satu Bola di Bekasi International Soccer Field (BISF) Betos, Bekasi Timur, Minggu (25/1/2026).

Program ini difokuskan pada penguatan teknik dasar sekaligus pembentukan karakter pemain sejak usia dini. Pada peluncuran perdana, sebanyak 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari wilayah Jabodetabek ambil bagian. Sebagai bentuk dukungan konkret, panitia membagikan sekitar 500 hingga 1.000 bola kepada para peserta.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo, menegaskan bahwa MaPAN FC bukan sekadar kegiatan seremonial atau bagi-bagi bola. Program ini, kata dia, merupakan langkah awal pembinaan sepak bola akar rumput yang akan dikembangkan secara nasional di 48 daerah pemilihan.

“Melalui program satu anak satu bola, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki anak-anak terhadap sepak bola,” ujar Eko yang akrab disapa Eko Patrio di sela kegiatan.

Ia menekankan bahwa pembinaan usia dini memiliki peran krusial, tidak hanya dalam aspek teknis permainan, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai sportivitas, mental juara, serta kerja sama tim. “Karakter dan mental bertanding harus dibentuk sejak awal,” imbuhnya.

Program MaPAN FC dipastikan tidak berhenti pada peluncuran semata. Penyelenggara telah menyiapkan tim pelatih serta tim medis untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal. Ke depan, talenta muda yang terjaring akan diklasifikasikan melalui pola kompetisi yang dirancang bekerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Anggota Executive Committee (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, konsep satu anak satu bola sejalan dengan teori pengembangan pemain modern.

“Semakin banyak sentuhan bola yang dimiliki seorang pemain, maka kemampuan teknisnya akan semakin baik. Jika seluruh SSB bisa menerapkan konsep ini, kita punya harapan besar terhadap masa depan sepak bola Indonesia,” ujar Arya.

Kota Bekasi dipilih sebagai lokasi peluncuran perdana karena dinilai memiliki ekosistem sepak bola yang cukup maju. Setelah Bekasi, program “Satu Anak Satu Bola” direncanakan menyasar kota-kota lain seperti Jakarta dan Padang.

PSSI berharap kolaborasi ini dapat berkelanjutan dengan melibatkan Asosiasi Provinsi (Asprov) di berbagai daerah, guna memastikan pembinaan talenta muda sepak bola Indonesia berjalan konsisten dan berkesinambungan.

Topik:

PAN MaPAN FC Satu Anak Satu Bola sepak bola usia dini pembinaan usia dini Eko Patrio PSSI Arya Sinulingga Bekasi SSB olahraga nasional talenta muda sepak bola Indonesia