Pengamat: Dinamika Politik Pasca Pilpres 2024 Solid dan Tidak Ada Oposisi Partai

Zul Sikumbang
Zul Sikumbang
Diperbarui 28 Desember 2025 07:42 WIB
Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno
Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno

Jakarta, MI - Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, sepanjang tahun 2025, tepatnya pasca Pemilihan Presiden 2024, dinamika politik di tanah air sangat solid dan tidak terjadi gonjang-ganjing.

"Politik pasca pilpres sangat konsolidatif, semua partai politik menjadi bagian koalisi pemerintah. Tak ada oposisi partai dan di parlemen. Justru oposisi muncul di luar parlemen dari kelompok kritis dan gerakan mahasiswa," kata Adi Prayitno, Jakarta, Minggu (28/12).

Dinamika politik pada tahun 2026, katanya, tidak akan berbeda dengan tahun 2025 meskipun pembahasan RUJ Pemilu mulai dilakukan.

"Secara umum partai politik dan DPR tegak lurus dengan pemerintah. Paling hanya ada dinamika kecil macam perbedaan sikap soal Pilkada yang dipilih oleh DPRD," sebut dia.

Ia juga menyampaikan, meskipun pembahasan RUU Pemilu memiliki kepentingan bagi masing-masing partai politik, namun tidak akan terjadi politik "sandera".

"Politik sandera itu tak ada. Yang ada saling menyanderakan diri satu sama lain berupa kerjasama politik. Pastinya. Itu logika kekuasaan secara umum. Stabilitas adalah kunci," ungkap Adi Prayitno.

Topik:

Adi Prayitno Pengamat Politik Dinamika Politik Indonesia