Dana Pekerja di Saham? Timboel Siregar: Tenang, BPJS Bukan Lagi Judi Pasar!

La Aswan
La Aswan
Diperbarui 30 Januari 2026 18:55 WIB
Pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar (Foto: Dok MI/Aswan)
Pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar (Foto: Dok MI/Aswan)

Jakarta, MI - Pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar angkat suara menanggapi kegelisahan publik soal penempatan dana BPJS Ketenagakerjaan di pasar saham. Kepada Monitorindonesia.com, Jumat (30/1/2026), ia menegaskan: pekerja tak perlu panik, apalagi termakan narasi menakut-nakuti.

Menurut Timboel, dari total dana kelolaan sekitar Rp900 triliun, hanya 11 persen yang ditempatkan di Bursa Efek Indonesia. Itu pun bukan sembarang saham. 

BPJS Ketenagakerjaan dibatasi membeli saham kategori LQ45 — deretan saham unggulan dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi. “Ini investasi jangka panjang, bukan main saham gaya spekulan harian,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa dana tersebut adalah milik pekerja, sehingga pengelolaannya dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. “Tidak ada alasan untuk khawatir berlebihan. Dana kelolaan masih dalam koridor aman,” ujarnya, menepis kekhawatiran bahwa gejolak pasar otomatis menggerus dana peserta.

Timboel justru melihat kisruh yang sedang melanda bursa sebagai momen positif. Ia menyebut langkah pembenahan yang kini dilakukan otoritas pasar modal sebagai proses bersih-bersih yang memang sudah lama dibutuhkan. 

Salah satu sorotan penting adalah transparansi soal free float — porsi saham yang benar-benar beredar di publik, bukan dikuasai pemegang saham pengendali. Selama ini, isu free float kerap jadi celah yang menimbulkan distorsi harga dan menyesatkan investor.

“Kalau transparansi diperbaiki, kepercayaan investor akan naik. Bursa kita jadi lebih sehat, bukan sarang permainan segelintir pihak,” katanya tajam.

Dalam jangka panjang, pembenahan besar-besaran di BEI justru dinilai akan memperkuat fondasi pasar modal Indonesia. Ketika tata kelola makin transparan dan kredibel, arus dana investor — baik domestik maupun asing — berpotensi meningkat. Dampaknya bukan cuma ke indeks saham, tapi juga ke penguatan ekonomi nasional.

Timboel bahkan menyebut kondisi bursa yang makin sehat bisa membuka ruang bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan porsi investasi saham di masa depan. Artinya, jika pasar makin kredibel dan terjaga, dana pekerja berpeluang berkembang lebih optimal.

“Jadi ini bukan situasi yang harus ditakuti, tapi dikawal. Pembenahan hari ini adalah kunci keuntungan jangka panjang bagi pekerja sebagai pemilik dana,” pungkasnya.

Topik:

BPJS Ketenagakerjaan dana pekerja investasi saham BEI Bursa Efek Indonesia Timboel Siregar saham LQ45 free float pasar modal Indonesia dana kelolaan BPJS