Saham BCA Masih Terpuruk
Jakarta, MI - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA kembali tertekan pada sesi I perdagangan Kamis (12/2/2026). Sekitar pukul 11.56 WIB, saham BCA turun 1,01% ke level Rp 7.375 per saham.
Aktivitas perdagangan cukup tinggi, sebanyak 78,84 juta saham berpindah tangan melalui 25.088 kali transaksi, senilai Rp 584,08 miliar. Tekanan jual terlihat jelas, tercatat net sell mencapai Rp 50,9 miliar, menurut data Stockbit Sekuritas.
Saham BCA sendiri telah berada di zona merah sejak 6 Februari 2026. Pada perdagangan Rabu (11/2/2026), saham ini juga turun 0,33% dengan net sell asing Rp 626,2 miliar.
Dalam sepekan terakhir, saham BBCA turun 5,45%, dengan investor asing mencatatkan net sell Rp 1,7 triliun sepanjang 5-11 Februari 2026.
Menurut CGS International Sekuritas, level support BBCA untuk perdagangan hari ini berada di 7.392 sebagai support pertama dan support kedua di 7.333. Sementara itu, resistance pertama 7.517 dan resistance kedua 7.583.
Sebelumnya, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa pekan lalu Moody's menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat utang Indonesia tetap di level Baa2.
“Hal itu kemudian diikuti penurunan prospek lima saham perbankan dari stabil menjadi negatif,” sebut riset Phintraco Sekuritas, Senin (9/2/2026), termasuk saham BBCA.
Topik:
bbca saham-bcaBerita Selanjutnya
Penjualan Bir Menurun, Heineken Bakal Pangkas 6.000 Karyawan
Berita Terkait
Dugaan Korupsi Pajak Seret Bos Djarum, Ini Reaksi Saham Grupnya: TOWR Naik, BBCA Turun
26 November 2025 10:46 WIB
Saham BCA Tertekan, Skandal Lama Akuisisi oleh Djarum Group jadi Sorotan
29 Agustus 2025 12:06 WIB