Laba BBTN 2025 Lampaui Estimasi, Target Harga Saham Naik jadi Rp 1.800
Jakarta, MI – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan kinerja keuangan tahun 2025 yang melampaui estimasi, mendorong Panin Sekuritas merevisi naik target harga saham perseroan.
Analis Panin Sekuritas, Nico Laurens, menyampaikan, target harga saham BBTN dinaikkan dari Rp 1.500 menjadi Rp 1.800 dengan rekomendasi dipertahankan beli, target harga ini di atas target konsensus analis sebesar Rp 1.755.
Revisi naik juga mempertimbangkan tren perbaikan sejumlah faktor. Target harga baru ini merefleksikan price to book value (PB) sebesar 0,7 kali untuk proyeksi 2026.
Nico mengatakan bahwa kenaikan target harga saham BBTN didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, realisasi laba bersih BBTN tahun 2025 senilai Rp 3,5 triliun di atas estimasi. Perolehan tersebut setara dengan 112,2% dari target Panin Sekuritas dan setara dengan 109,4% dari proyeksi consensus analis.
Pertumbuhan kuat laba bersih tahun lalu ini didorong ekspansi NIM menjadi 4,2%, penurunan cost to income ratio (CIR), serta pertumbuhan kredit di atas industry.
“Kami melihat tren positif pertumbuhan laba bersih masih berlanjut ke depan, didorong ruang ekspansi NIM, seiring dengan tren penurunan cost of fund serta skema FLPP baru yang memiliki margin yang lebih tinggi,” tulis riset tersebut, Kamis (12/2/2026).
Panin Sekuritas menyatakan, kenaikan target harga saham BBTN juga didorong oleh dukungan pemerintah terhadap kredit FLPP, ekspansi ke segmen high-yield yang membuat profitabilitas tetap terjaga, terbukanya ruang penurunan cost of credit dan cost of fund, serta sejumlah inisiatif untuk mendorong funding melalui peluncuran Bale serta ekspansi ke biaya bunga murah, serta tren perbaikan kualitas kredit.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya usai gelaran Mandiri Sekuritas Capital Market Forum 2026 tetap merekomendasikan beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.500.
Analis Mandiri Sekuritas, Bobby Kristanto Chandra dan Kresna Hutabara, menyebutkan rekomendasi dan target harga tersebut mengimplikasikan berlanjutnya perbaikan biaya dana (cost of fund) pada Januari 2026. Sementara dampak kredit akibat bencana alam di Sumatra bagian utara juga masih berada dalam batas yang dapat dikelola.
Target harga saham BBTN tersebut juga mempertimbangkan proyeksi return on equity (ROE) pada kisaran low hingga mid dalam 2–3 tahun ke depan. Target tersebut akan ditopang oleh perbaikan berkelanjutan pada cost of fund, cost of credit, serta cost of operation.
Selain ekspansi ke perbankan syariah melalui anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN), BBTN juga tengah menjajaki peluang strategis untuk memasuki sektor asuransi sebagai bagian dari upaya diversifikasi dan penguatan sumber pendapatan jangka panjang.
Topik:
btn saham-bbtn laba-btn-2025 panin-sekuritas target-harga-saham-btnBerita Sebelumnya
BEI Tanggapi Kekhawatiran Emiten Delisting Terkait Aturan Free Float 15%
Berita Selanjutnya
Bank Mandiri Perkuat Mitigasi Risiko Usai Outlook Moody’s Direvisi Negatif
Berita Terkait
HUT ke-76, Bank Tabungan Negara Tebar Promo: KPR 2,65% hingga Diskon Travel Ratusan Ribu
8 Februari 2026 20:05 WIB
BTN Dorong Inovasi Ramah Lingkungan, Targetkan 20.000 Rumah Rendah Emisi Tahun Ini
4 Februari 2026 22:07 WIB
BTN Ajak Puteri Indonesia Kolaborasi: Rumah Layak jadi Kunci Masa Depan Generasi
3 Februari 2026 08:26 WIB