BTN Tegaskan Komitmen ESG Lewat Run for Disabilities di Solo

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 7 Februari 2026 2 jam yang lalu
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar ajang Run for Disabilities, Run for Inclusivity di Stadion Manahan sebagai bagian dari rangkaian menuju BTN Jakarta International Marathon 2026. Kegiatan ini melibatkan atlet paralimpik dan masyarakat umum sebagai wujud nyata komitmen BTN terhadap prinsip ESG dan inklusivitas. Acara turut dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, serta perwakilan National Paralympic Committee Indonesia. Selain kampanye hidup sehat, BTN juga menyalurkan bantuan bagi atlet disabilitas dan membuka partisipasi pelari disabilitas dalam BTN Jakim 2026. (Foto: Dok MI/BTN)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar ajang Run for Disabilities, Run for Inclusivity di Stadion Manahan sebagai bagian dari rangkaian menuju BTN Jakarta International Marathon 2026. Kegiatan ini melibatkan atlet paralimpik dan masyarakat umum sebagai wujud nyata komitmen BTN terhadap prinsip ESG dan inklusivitas. Acara turut dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, serta perwakilan National Paralympic Committee Indonesia. Selain kampanye hidup sehat, BTN juga menyalurkan bantuan bagi atlet disabilitas dan membuka partisipasi pelari disabilitas dalam BTN Jakim 2026. (Foto: Dok MI/BTN)

Solo, MI — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) lewat ajang “Run for Disabilities, Run for Inclusivity” yang digelar di Stadion Manahan, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini mempertemukan pelari umum dan atlet paralimpik dalam satu lintasan, menonjolkan semangat kesetaraan, partisipasi, dan pemberdayaan.

Acara tersebut dihadiri Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, serta Wakil Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee Indonesia Rima Ferdianto. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju BTN Jakarta International Marathon 2026.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menegaskan bahwa ESG di BTN bukan sekadar program tanggung jawab sosial, tetapi sudah menjadi nilai yang menuntun arah bisnis perusahaan.

“Lari adalah olahraga inklusif yang bisa dilakukan semua orang, termasuk para penyandang disabilitas. Begitu pula melalui lari, BTN berkomitmen menjadi bank yang inklusif dan hadir untuk semua, sejalan dengan prinsip ESG,” ujar Setiyo usai berlari bersama para atlet disabilitas di Stadion Manahan.

Ia menambahkan, komitmen inklusi diwujudkan BTN bukan hanya lewat layanan keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap kesehatan, olahraga, dan pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Melalui Run for Disabilities, Run for Inclusivity sebagai bagian dari Road to BTN Jakim, kami ingin menegaskan peran BTN yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga konsisten mendorong kesehatan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, BTN juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pendukung bagi atlet paralimpik. Selain itu, BTN melibatkan 10 pelari disabilitas dalam BTN Jakarta International Marathon serta menginisiasi penggalangan dana dari puluhan ribu peserta lomba.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya aktivitas fisik untuk mencegah penyakit.

“Kurangnya aktivitas fisik masuk dalam lima besar penyebab penyakit di Indonesia. Dan lari merupakan olahraga paling inklusif, murah, dan sehat karena modalnya hanya sepatu. Teman-teman disabilitas sudah membuktikan bisa, masa kita yang sehat tidak bisa?” kata Budi.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi turut mengapresiasi pelibatan aktif penyandang disabilitas dalam ajang olahraga berskala nasional.

“Kami menyadari pentingnya dukungan sistem bagi atlet disabilitas, mulai dari layanan, lingkungan, hingga masa depan mereka setelah menjadi atlet. Kami berterima kasih kepada BTN karena melalui BTN Jakim, rekan-rekan disabilitas benar-benar dilibatkan. Kami berharap kegiatan ini terus membuka ruang untuk menguatkan peran Kota Solo sebagai kota inklusif,” tutur Respati.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto menilai kegiatan ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang olahraga bagi penyandang disabilitas.

“Kami mengapresiasi BTN atas inisiatif dan dukungan yang sangat penting untuk membangun ekosistem olahraga bagi penyandang disabilitas yang berkelanjutan. Kegiatan seperti ini juga memberi harapan bagi para orang tua bahwa anak-anak disabilitas memiliki ruang untuk berkembang dan berprestasi melalui olahraga,” tutup Rima.

Topik:

BTN ESG inklusivitas disabilitas paralimpik Solo Stadion Manahan BTN Jakim Jakarta International Marathon olahraga inklusif