UMKM Binaan Jakarta Lampaui 412 Ribu, Dorong Ekonomi Rakyat Makin Kuat

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 7 Februari 2026 3 jam yang lalu
Jumlah UMKM binaan Pemprov DKI Jakarta melalui program Jakpreneur meningkat signifikan sepanjang 2025 hingga menembus lebih dari 412 ribu pelaku usaha. Pertumbuhan ini dinilai memperkuat ekonomi kerakyatan, memperluas lapangan kerja, serta mendorong aktivitas produksi dan perdagangan di ibu kota. Peningkatan juga terlihat pada reaktivasi usaha lama, pemasaran, dan transaksi digital, sejalan dengan visi pembangunan ekonomi inklusif Jakarta.
Jumlah UMKM binaan Pemprov DKI Jakarta melalui program Jakpreneur meningkat signifikan sepanjang 2025 hingga menembus lebih dari 412 ribu pelaku usaha. Pertumbuhan ini dinilai memperkuat ekonomi kerakyatan, memperluas lapangan kerja, serta mendorong aktivitas produksi dan perdagangan di ibu kota. Peningkatan juga terlihat pada reaktivasi usaha lama, pemasaran, dan transaksi digital, sejalan dengan visi pembangunan ekonomi inklusif Jakarta.

Jakarta, MI – Jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tergabung dalam program pembinaan Pemprov DKI terus bertambah. Sepanjang 2025, program Jakpreneur mencatat lonjakan anggota baru, mempertegas peran UMKM sebagai fondasi ekonomi kerakyatan di ibu kota.

Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengungkapkan lebih dari 20 ribu pelaku usaha baru masuk ke dalam ekosistem pembinaan tahun lalu. Dengan tambahan itu, total UMKM binaan meningkat sekitar 5 persen — dari sekitar 392 ribu pada 2024 menjadi lebih dari 412 ribu unit usaha di akhir 2025.

Menurutnya, tren tersebut mencerminkan antusiasme warga Jakarta untuk mandiri lewat wirausaha. Pertumbuhan UMKM dinilai ikut menggerakkan produksi skala kecil-menengah, memperluas lapangan kerja, dan menjaga perputaran ekonomi lokal tetap hidup.

Peningkatan ini juga selaras dengan arah pembangunan ekonomi yang dicanangkan Gubernur Pramono Anung, yang menekankan penguatan kewirausahaan dan ekonomi inklusif sebagai tulang punggung transformasi Jakarta. Dari sekitar 1,1 juta pelaku UMKM di ibu kota, kini hampir 40 persennya telah masuk dalam pembinaan langsung pemerintah daerah.

Secara makro, geliat sektor ini disebut ikut menopang pertumbuhan ekonomi Jakarta yang menembus kisaran 5,2 persen. Elisabeth menilai ekspansi basis UMKM memberi efek berantai pada perdagangan domestik serta konsumsi masyarakat.

Dari sisi indikator program, peningkatan paling mencolok terlihat pada pendaftaran usaha baru yang naik lebih dari 5 persen. Sementara itu, reaktivasi profil usaha lama melonjak tajam hingga hampir 37 persen. Artinya, banyak pelaku usaha yang sebelumnya pasif kini kembali aktif memperbarui data dan menjalankan usahanya.

“Reaktivasi ini penting karena membuat basis data UMKM makin akurat, sehingga intervensi program bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya Jumat (6/2/2026).

Di tahap pemasaran, pertumbuhan juga terasa kuat. Jumlah kegiatan fasilitasi promosi dan pemasaran naik dari ratusan menjadi lebih dari enam ratus kegiatan dalam setahun. Peserta yang terlibat pun meningkat lebih dari 40 persen, beriringan dengan lonjakan transaksi digital UMKM yang hampir menyentuh 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara layanan lain seperti pelatihan, pendampingan, pengurusan izin usaha, hingga pelaporan keuangan tercatat stabil namun tetap berjalan konsisten menopang kesiapan pelaku usaha.

Ke depan, Dinas PPKUKM menegaskan fokus tidak hanya pada penambahan jumlah pelaku UMKM, tetapi juga peningkatan kualitas. Pendampingan usaha, akses pasar, serta pembiayaan akan diperkuat agar UMKM Jakarta bisa naik kelas dan punya daya saing lebih tinggi di pasar yang semakin kompetitif.

Topik:

UMKM Jakarta Jakpreneur Ekonomi Jakarta Dinas PPKUKM Wirausaha Ekonomi Kerakyatan UMKM Naik Kelas Program Pemprov DKI