Prabowo Minta Pengusaha Patuhi Aturan dan Hentikan Cari Celah Hukum

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 13 Februari 2026 4 jam yang lalu
Presiden RI Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026). (Foto: Dok Setpres RI)
Presiden RI Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026). (Foto: Dok Setpres RI)

Jakarta, MI - Presiden RI Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha nasional, yakni Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group) di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026) malam.

Audiensi yang digelar itu selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.

Di pertemuan itu, Prabowo meminta pengusaha nasional agar mematuhi peraturan dan menghentikan praktik mencari celah hukum dalam menjalankan usaha. 

Prabowo menyatakan, tujuan mengumpulkan para pengusaha, termasuk yang memiliki kedekatan personal dengannya, untuk menyampaikan pesan tersebut. 

Menurutnya, dunia usaha Indonesia saat ini telah tumbuh besar dan kuat, sehingga sudah seharusnya menjalankan bisnis secara tertib dan patuh terhadap aturan.

"Saya kumpulkan pengusaha-pengusaha yang sebagian besar kawan saya sendiri. Saya sampaikan, sudahlah, kalian sudah besar, sudah kaya, patuhi peraturan," ujar Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Dia juga menyoroti budaya mencari celah aturan yang masih sering terjadi di dunia usaha, meskipun para pelaku bisnis memiliki kemampuan dan kecerdasan tinggi.

"Kalian ini pintar-pintar, tapi sering kali kepintarannya dipakai untuk mencari cara mengakali peraturan. Budaya seperti ini harus kita hilangkan," tegas dia.

Meski demikian, Prabowo menekankan bahwa tanggung jawab menciptakan tata kelola yang baik tidak hanya berada di tangan pengusaha. Pemerintah dan birokrasi, kata dia, juga harus berbenah agar tidak justru menjadi sumber masalah.

“Pemerintah dan birokrasi juga harus benar. Kadang-kadang justru birokrasi yang tidak benar,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Prabowo menyinggung pandangan tentang bahaya birokrasi yang tidak tertata dengan baik, akan memengaruhi terhadap efektivitas pemerintahan dan kebijakan publik.

Topik:

prabowo-subianto pengusaha-nasional prajogo-pangestu