IHSG Ditutup Melemah 0,64% ke Level 8.212,27, Tekanan Jual Dominan di Akhir Pekan

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 13 Februari 2026 6 jam yang lalu
Ilustrasi papan pergerakan saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Dok MI)
Ilustrasi papan pergerakan saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (13/2/2026). Sepanjang sesi, indeks bergerak melemah dan akhirnya ditutup turun 53,08 poin atau 0,64% ke level 8.212,27.

Selama perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.170–8.251. Tekanan jual terlihat cukup kuat, tercermin dari 408 saham yang melemah. Sementara itu, 267 saham menguat dan 148 saham bergerak stagnan.

IHSG yang melemah dipicu oleh kinerja mayoritas sektor yang terkoreksi. Dari 11 sektor yang ada, tujuh sektor berada di zona merah. Sektor infrastruktur menjadi pemberat utama dengan penurunan 1,23%, disusul sektor barang baku yang melemah 1,06% dan sektor kesehatan yang turun 0,96%. 

Tekanan juga datang dari sektor keuangan yang terkoreksi 0,68%, teknologi 0,61%, barang konsumer primer 0,56%, serta properti dan real estat yang turun 0,28%.

Di tengah pelemahan pasar, beberapa sektor masih mampu bertahan di zona hijau. Sektor transportasi mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 1,66%, diikuti sektor energi yang naik 1,32%, barang konsumer nonprimer 0,95%, serta sektor perindustrian yang menguat 0,81%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 49,40 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp24,41 triliun dan frekuensi perdagangan sekitar 2,86 juta kali.

Beberapa saham mencatatkan kenaikan signifikan, di antaranya PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang melonjak Rp1.475 ke level Rp16.425 per saham, PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik Rp650 menjadi Rp29.400 per saham, serta PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang menguat Rp600 ke Rp3.020 per saham.

Sebaliknya, beberapa saham justru tertekan, seperti PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang turun Rp1.050 ke Rp36.000 per saham, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melemah Rp675 ke Rp94.325 per saham, serta PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang terkoreksi Rp450 menjadi Rp11.550 per saham.

Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan dipimpin PT Zatarga Global Investama Tbk (ZATA) dengan frekuensi 219.900 kali dan nilai transaksi Rp637 miliar. Diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan transaksi Rp3,17 triliun, dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) dengan nilai transaksi Rp178 miliar.

Topik:

ihsg indeks emiten saham