Rp200 Juta Habis, Kantin DPRD DKI Masih Kumuh

La Aswan
La Aswan
Diperbarui 20 Januari 2026 16:32 WIB
Kantin DPRD DKI Jakarta (Foto: Dok MI)
Kantin DPRD DKI Jakarta (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI — Proyek pembangunan kantin di lingkungan DPRD DKI Jakarta kembali memantik tanda tanya besar. Anggaran yang diklaim mencapai Rp200 juta nyatanya tidak sebanding dengan kondisi fisik di lapangan. Alih-alih terlihat layak, representatif, dan profesional, kantin tersebut justru tampil kumuh, seadanya, dan nyaris tak menunjukkan nilai proyek ratusan juta rupiah.

Pantauan langsung di lokasi, Senin (10/1/2026) memperlihatkan bangunan yang hanya mengandalkan besi dan rangka baja ringan dengan desain sederhana. Tidak tampak sentuhan kualitas, estetika, maupun standar konstruksi yang mencerminkan proyek bernilai Rp200 juta. Model bangunan terlihat berbeda tipis dibanding kantin-kantin kecil biasa, bahkan kalah jauh dari fasilitas serupa di ruang publik non-pemerintah.

Kondisi ini memunculkan kecurigaan serius: ke mana sebenarnya aliran anggaran tersebut? Jika hanya berupa struktur besi dan baja ringan tanpa peningkatan kualitas signifikan, publik berhak mempertanyakan transparansi, perencanaan, hingga pelaksanaan proyek. Apalagi anggaran itu bersumber dari APBD, yang sejatinya adalah uang rakyat.

Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana anggaran besar bisa berakhir tanpa dampak nyata. Kantin tetap kumuh, lingkungan tidak tertata, dan nilai manfaat nyaris nihil. Ironisnya, semua ini terjadi di jantung lembaga legislatif yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan anggaran.

Kasus ini menambah panjang daftar proyek bermasalah di lingkungan DPRD DKI Jakarta. Jika dibiarkan, bukan hanya soal kantin, tetapi soal pola pengelolaan anggaran yang rawan diselewengkan. Publik kini menunggu: apakah akan ada audit, evaluasi, atau justru proyek Rp200 juta ini kembali tenggelam tanpa pertanggungjawaban.

Topik:

DPRD DKI Jakarta proyek APBD kantin DPRD anggaran Rp200 juta pemborosan anggaran transparansi APBD proyek bermasalah Jakarta