Proyek Giant Sea Wall Jakarta Siap Dimulai September 2026

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 20 Januari 2026 15:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek giant sea wall Jakarta dilaksanakan pada September 2026. 

"Tetapi kapan dimulainya, rencananya groundbreaking-nya itu mulai bulan September tahun ini," ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan proyek tanggul laut raksasa tersebut. 

Giant sea wall sendiri merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk melindungi wilayah pesisir utara Jawa dari ancaman banjir rob.

"Pertanyaan tentang giant sea wall, kami pemerintah Jakarta menunggu sepenuhnya arahan dari pemerintah pusat," katanya.

Pramono menjelaskan, dalam rencana pembangunan tersebut Pemprov DKI Jakarta awalnya diminta untuk membangun tanggul laut raksasa sepanjang 12 kilometer (km). Namun, menurut kabar terbaru pembangunan ditambah menjadi 19 km.

Kendati terjadi penambahan sekitar 7 km, Pramono menegaskan tidak mempermasalahkannya. Ia menyatakan Jakarta siap mengerjakan pembangunan sesuai dengan panjang tanggul yang ditetapkan.

"Karena dulu Jakarta ini kebagian 12 kilo, tetapi kemarin ditambahkan menjadi 12, tambah 7 menjadi 19. Mau 12, mau 19 Jakarta akan mengerjakan," ucap Pramono.

Sambil menunggu arahan lebih lanjut untuk membangun giant sea wall, Pemprov DKI Jakarta juga tetap melakukan pembangunan tanggul laut yang merupakan proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) fase A. Hal ini dikerjakan untuk mengantisipasi banjir rob di wilayah pesisir Utara Jakarta.

"Nah bagaimana Jakarta sendiri mempersiapkan untuk itu? Sekarang yang sedang kita bangun, yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta sendiri adalah NCICD, yang tanggul-tanggul yang apa di pantai-pantai yang ada di utara," kata Pramono.

Ia mengungkapkan, pembangunan tanggul laut NCICD fase A di kawasan Ancol telah rampung. Selain berfungsi sebagai penahan banjir rob, Pramono juga meminta agar kawasan tanggul tersebut ditata secara estetis.

"Kemarin yang di ruas atau fase Ancol, Alhamdulillah sudah kami selesaikan dan sekarang sedang kita lakukan beautifikas. Karena saya minta semua yang seperti itu, jangan hanya berdiri tembok atau beton saja, tetapi ada tamannya," pungkasnya.

Topik:

pramono-anung giant-sea-wall tanggul-laut banjir-rob