Ijazah Palsu: Fitnah Murahan Diulang-ulang Pembencinya dan Para Sakit Hati
Jakarta, MI - Mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menganggap isu ijazah palsunya sebagai sebuah fitnah murahan yang terus-terusan diulangi oleh pembencinya.
"Ya itu fitnah murahan yang diulang-ulang terus," ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, dikutip Jumat (28/3/2025)..
Adapun kasus ijazah Jokowi di Universitas Gadjah Mada palsu kembali mengemuka setelah mantan Dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, dalam akun YouTube Balige Academy.
Rismon menuding bahwa ijazah S1 Jokowi yang dikeluarkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1985 dengan jenis huruf Times New Roman yang menurutnya pada masa itu belum ditemukan.
Lebih dari itu, Jokowi juga telah menegaskan sebenarnya tudingan tersebut juga telah dibantah oleh almamater tempat dirinya menimba ilmu.
"Wong sudah dari UGM dulu sudah menyampaikan. Dekan kehutanan juga menyampaikan secara jelas dan tegas menyampaikan ya kan," lanjut Jokowi.
Selain itu juga rekan-rekan seangkatan di bangku kuliah juga menyatakan Jokowi berkuliah di UGM sehingga tudingan ijazah palsu tersebut tak berdasar. "Teman juga banyak sekali yang menyampaikan," tegas Jokowi.
Meski demikian, Jokowi memilih santai untuk menanggapi tudingan yang telah ada sejak mencalonkan diri sebagai Calon Presiden RI tahun 2014 silam tersebut. Namun, mantan Gubernur Jakarta ini juga meminta kepada pihak yang menggulirkan isu itu untuk bisa membuktikan tudingan terkait ijazah palsu yang ditujukan kepada dirinya.
"Ya enggak apa-apa. Kalau saya tidak bosan sih, tapi sekali lagi yang mendalilkan suruh membuktikan. Jangan saya yang disuruh membuktikan," pungkas Jokowi.
Sementara itu, beberapa waktu sebelumnya. Civitas Akademika UGM juga angkat bicara mengenai tuduhan ijazah palsu yang ditujukan kepada Jokowi. Salah satunya adalah Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta. Sigit menegaskan bahwa informasi yang disampaikan oleh Rismon merupakan penyesatan.
Sigit menambahkan bahwa pada tahun 1985, jenis huruf Times New Roman telah lazim digunakan sebagai sampul skripsi dan telah ada di banyak percetakan di sekitar UGM.
Topik:
Jokowi Ijazah PalsuBerita Sebelumnya
Menaker: Mudik Gratis 2025 Dorong Kolaborasi Perusahaan dan Tingkatkan Produktivitas Pekerja
Berita Selanjutnya
THR ASN Daerah Belum Cair Sepenuhnya, Baru 84% Tersalurkan
Berita Terkait
Dari Minyak ke Haji: Jejak Kebijakan Jokowi di Balik Dua Perkara Korupsi
1 Februari 2026 03:13 WIB
Sering Disebut Dalam Kasus yang Menjerat Menteri, Jokowi: Tidak Ada Arahan Untuk Korupsi
31 Januari 2026 11:55 WIB
Kuota Haji Diseret ke KPK, Peran Dito Ariotedjo jadi Kunci Pembongkaran
23 Januari 2026 20:31 WIB