Polri Targetkan Pembangunan 569 Sumur Bor Pascabencana di Sumatra, 249 Titik Sudah Terealisasi

Albani Wijaya
Albani Wijaya
Diperbarui 4 Januari 2026 14:30 WIB
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko (Foto: Istimewa)
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI – Polri berkomitmen mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana di wilayah Sumatra dengan menargetkan pembangunan 569 titik sumur bor untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga terdampak. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 249 titik sumur bor telah terealisasi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari langkah konkret Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana agar tetap memiliki akses terhadap air bersih,” kata Trunoyudo, Minggu (4/1/2025).

Trunoyudo memerinci bahwa dari total 249 titik yang telah terealisasi, sebanyak 236 titik sudah aktif, sementara 13 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan. 

Di Provinsi Aceh sebanyak 171 lokasi telah terealisasi. Sementara itu, progres pembangunan di Provinsi Sumatra Utara telah mencapai 100 persen dengan total 30 titik yang terealisasi. 

Sementara di Provinsi Sumatra Barat hingga saat ini ada 48 titik yang telah terealisasi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Kota Solok. 

Trunoyudo menegaskan, ketersediaan sumber air bersih sangat krusial dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat pascabencana. Oleh karena itu, Polri terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak agar sisa target pembangunan dapat segera dirampungkan.

“Diharapkan keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Topik:

Polri Bencana di Sumatra Pemulihan Pascabencana