BNPB Catat Korban Meninggal Banjir Sumatra Capai 1.189 Jiwa
Jakarta, MI - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra terus menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.189 orang hingga Rabu (14/1/2026). Angka ini berpotensi bertambah, mengingat 141 orang masih hilang.
Berdasarkan pembaruan data dashboard BNPB, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 550 jiwa. Kemudian Sumatra Utara dengan 375 korban meninggal dan Sumatra Barat sebanyak 231 jiwa.
Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa puluhan korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
"Sementara, 33 jiwa masih dalam proses identifikasi. Jadi, sejauh ini tercatat total 1.189 jiwa yang ditemukan meninggal dunia," kata Abdul, Rabu (14/1/2026).
Hingga kini, dari tiga provinsi terdampak, hanya Aceh yang masih memperpanjang masa tanggap darurat hingga 22 Januari 2026. Abdul menyebut perpanjangan status tanggap darurat di Aceh disebabkan masih ada empat kabupaten, atau kota yang terdampak cukup parah dan belum pulih.
"Jadi, terhitung dari 8 hingga 22 Januari 2026. Ini dikarenakan masih ada empat kabupaten atau kota dari total 18 kabupaten atau kota terdampak di Provinsi Aceh yang masih memperpanjang status tanggap daruratnya. Sehingga langkah itu diikuti oleh kebijakan Pemprov," jelasnya di Graha BNPB, Jumat (9/1/2026).
Seiring perpanjangan masa tanggap darurat, tim satgas gabungan masih terus melakukan pencarian korban di Aceh. Sementara itu, Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat, sehingga pencarian korban tidak lagi dilakukan secara aktif oleh tim gabungan.
"Pencarian korban sudah dihentikan. Tetapi, tim SAR masih terus stand by. Artinya, bila ada informasi dari masyarakat mengenai lokasi dan posisi yang diidentifikasi posisi korban, maka tim SAR akan melakukan pencarian di titik tersebut," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, masih ada 195.542 jiwa yang tinggal di tempat pengungsian nyaris dua bulan pascabencana. Dalam catatan BNPB, Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi yakni mencapai 67.876 jiwa.
Di fase pemulihan konektivitas, kata Abdul, BNPB memprioritaskan pemenuhan kebutuhan yaitu pemasangan 270 unit jembatan bailey yang tersebar di Aceh (137 unit), Sumatra Barat (106 unit) dan Sumatra Utara (27 unit).
Abdul mengatakan bahwa Jembatan Bailey Jamur Ujung di Kabupaten Aceh Tengah kini telah difungsikan sebagai jalan poros Bireuen-Takengon yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara itu, pembangunan Jembatan Krueng Pelang sudah mencapai 80 persen dari proses pemasangan.
Memasuki tahap pemulihan, satgas terpadu juga focus untuk membersihkan sungai. Salah satu lokasi yang menjadi prioritas berada di Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu, perbaikan fasilitas publik terus dilakukan.
"Semua itu dilakukan berkat sinergi Satgas Yonzipur 5/ABW dan tim Operasi Aman Nusa II-2025," pungkasnya.
Topik:
banjir-sumatra aceh longsorBerita Selanjutnya
Menko Perkekonomian Sambangi Markas KPK, Ada Apa?
Berita Terkait
Longsor Dini Hari Terjang Cisarua, Tujuh Tewas dan Puluhan Rumah Warga Tertimbun
24 Januari 2026 15:36 WIB
Telkomsel Perpanjang Penyesuaian Tagihan, Jaringan di Wilayah Bencana Sumatera Dipastikan Normal
20 Januari 2026 12:00 WIB