Profil Jeffrey Hendrik, Sosok Pengganti Iman Rachman di Kursi Dirut BEI

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 2 Februari 2026 08:44 WIB
Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik (Foto: Dok BEI)
Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik (Foto: Dok BEI)

Jakarta, MI - Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama, menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri Jumat lalu (30/1/2026).

Pengunduran diri Iman Rachman terjadi di tengah tekanan pasar modal Indonesia pasca-MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia. 

Kebijakan MSCI itu meliputi: pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.

Akibatnya, IHSG terpukul keras dalam dua hari terakhir hingga memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt). Pada Rabu (28/1/2026) sore, IHSG ditutup di level 8.320, turun 659,67 poin atau minus 7,35 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Kemudian, indeks ditutup di level 8.232 pada perdagangan Kamis (29/1/2026) sore. Indeks saham merosot 88,35 poin atau minus 1,06 persen dari perdagangan sebelumnya, setelah sempat tertekan ke level 7.481 siang harinya.

Jeffrey menjelaskan bahwa pengangkatannya sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama BEI melalui mekanisme internal dan keputusan rapat direksi, serta telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris.

"Untuk itu kami memastikan, operasional di BEI akan berjalan secara normal," ujar Jeffrey dalam jumpa pers bersama para Menteri Kabinet Merah Putih sektor keuangan di kantor pusat Danantara, Sabtu (31/1/2026).

Profil Jeffrey Hendrik

Jeffrey menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Trisakti, lulus pada 1995. Ia memiliki pengalaman panjang di pasar modal, termasuk menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI sejak ditetapkan melalui RUPST pada 29 Juni 2022, sebelum akhirnya ditunjuk jadi bos BEI baru.

Sebelum bergabung dengan BEI, ia berkarier di berbagai perusahaan swasta. Jeffrey memulai karier di PT Zone Pratama (1994-1996), kemudian melanjutkan sebagai Corporate Finance PT Transpacific Securindo (1996-1999). Ia lalu menjabat Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas (1999-2022).

Jeffrey juga aktif di berbagai organisasi yang terkait dengan pasar modal. Ia merupakan Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019-2020), Pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Anggota Departement Perdagangan Efek (2020-2022), dan Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK sejak 2021.

Topik:

jeffrey-hendrik bursa-efek-indonesia saham