Sarjana Tergeser, Lulusan SD Lebih Mendominasi Dunia Kerja
Jakarta, MI - Jumlah penduduk bekerja di Indonesia masih didominasi oleh lulusan sekolah dasar (SD) ke bawah, lebih banyak dibandingkan tenaga kerja dengan pendidikan Diploma IV hingga Strata (S1, S2, dan S3). Padahal, tingkat pendidikan kerap menjadi indikator kualitas dan produktivitas tenaga kerja.
"Pada November 2025, sebagian besar penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah yaitu sebesar 34,63%. Sementara itu, penduduk bekerja berpendidikan Diploma IV, S1, S2 dan S3 mencapai 10,81%" sebut laporan Berita Resmi Statistik Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia November 2025, dikutip Kamis (5/2/2026).
Dibandingkan dengan Agustus 2025, pada November 2025 penduduk bekerja berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), SD ke bawah, Diploma IV, S1, S2, S3 dan Diploma I-III mengalami penurunan. Nilainya masing-masing sebesar 0,19% poin; 0,12% poin; 0,03% poin dan 0,02% poin.
Di sisi lain, jumlah penduduk bekerja dengan latar pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru menunjukkan kenaikan sebesar 0,19% poin dan 0,17% poin.
Berdasarkan status pekerjaan, penduduk bekerja lebih banyak pada kegiatan informal yaitu sejumlah 85,35 juta orang atau 57,70%. Sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 62,57 juta orang atau 42,30%.
Penduduk bekerja di sektor formal meliputi tenaga kerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar, serta buruh/karyawan/pegawai. Sementara itu, jenis pekerjaan di luar kategori tersebut digolongkan sebagai sektor informal, seperti berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar, pekerja bebas dan pekerja keluarga/tidak dibayar.
Pada November 2025, mayoritas penduduk bekerja berstatus buruh, karyawan, atau pegawai dengan proporsi mencapai 38,81%. Selanjutnya, berusaha sendiri sebesar 20,61%, berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar 14,31%, pekerja keluarga/tidak dibayar 12,88%, pekerja bebas di nonpertanian 5,50%, serta pekerja bebas di pertanian 4,39%. Tercatat paling sedikit berstatus berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar yaitu sebesar 3,49%.
Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan 27,99%; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor 18,67%; serta industri pengolahan 13,86%.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan Agustus 2025, sektor dengan peningkatan jumlah pekerja paling signifikan adalah Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum sekitar 0,381 juta orang, Industri Pengolahan sebanyak 0,196 juta orang, serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sekitar 0,168 juta orang.
Topik:
tenaga-kerja pendidikan lulusan-sdBerita Terkait
Buku Tabungan Satpam Digenggam Kepala SDN Malaka Jaya 04 Pagi: Dugaan Kolusi dan Penyalahgunaan Jabatan Terkuak!
3 jam yang lalu
Permendikdasmen 25/2025 Resmi Berlaku, Manajemen Talenta Murid Diperkuat dari Sekolah hingga Nasional
2 Februari 2026 11:31 WIB
Jumlah Entri KBBI Tembus 210 Ribu, Dora Amalia: Lonjakan Terbesar Terjadi Sejak 2024
23 Januari 2026 21:11 WIB
Jumlah Entri KBBI Tembus 210 Ribu, Dora Amalia: Lonjakan Terbesar Terjadi Sejak 2024
23 Januari 2026 21:11 WIB