Suami Anggota DPRD Jateng jadi Korban Penembakan, Ungkap Fakta Mengejutkan

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 17 Februari 2026 1 jam yang lalu
Amat Muzakhin, suami anggota DPRD Jawa Tengah, menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) (Foto: Ist)
Amat Muzakhin, suami anggota DPRD Jawa Tengah, menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) (Foto: Ist)

Pekalongan, MI - Peristiwa penembakan yang menimpa Amat Muzakhin alias Boim (56) di Dukuh Capgawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menyisakan tanda tanya besar. 

Korban yang juga suami anggota DPRD Jawa Tengah itu menduga insiden tersebut berkaitan dengan kasus yang tengah ia kawal.

Amat mengaku selama ini tidak pernah menerima ancaman apa pun. Namun, ia menduga insiden penembakan tersebut berkaitan dengan aktivitasnya mendampingi kasus dugaan penculikan yang kini tengah ditangani Polda Jawa Tengah.

"Selama ini tidak ada ancaman. Kami berkawan baik-baik. Saat ini saya lagi fokus mengawal kasus penculikan yang didalangi oleh oknum DPR RI. Keyakinan saya besar (berkaitan dengan penembakan)," katanya, Senin (16/2/2026).

Ia bahkan mengungkapkan bahwa dalam proses pendampingan kasus tersebut, dirinya sempat dituding melakukan pemerasan agar perkara itu dihentikan.

"Saya dianggap mau memeras, dalam arti supaya peristiwa ini mandek, berhenti, terus saya meminta nominal, dianggapnya begitu," ujarnya.

Sebelumnya, aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 21.10 WIB. Saat kejadian, Amat sedang bersantai bersama dua rekannya di teras rumah.

Tak lama kemudian, seorang pria misterius datang dengan mengendarai sepeda motor matik berwarna hitam. Ia mengenakan jaket kulit, helm, dan masker, sementara pelat nomor kendaraannya tertutup plastik kresek putih.

"Tiba-tiba ada pengendara motor matic warna hitam pakai jaket kulit, helm dan masker. Dia masuk rumah lalu putar balik dan terjadilah penembakan itu," jelasnya.

Amat mengungkapkan dirinya sempat berhadapan langsung dengan pelaku ketika tembakan dilepaskan.

"Hanya satu kali tembakan. Saya berhadap-hadapan secara langsung dengan pelaku. Dia menengok sambil menembak dari jarak 10 meter. Kawan saya mau mengejar tapi saya larang," terangnya.

Tembakan itu tidak mengenai korban dan hanya menghantam bagian atas dinding serta plafon teras rumah. Proyektil peluru ditemukan di area garasi sebagai barang bukti.

Seusai insiden, korban segera menghubungi Polda Jawa Tengah dan Polres Pekalongan. Sekitar 30 menit kemudian, polisi datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas dan motif pelaku penembakan terhadap Amat. Personel kepolisian juga disiagakan berjaga di rumah korban selama 24 jam.

"Alhamdulillah Pak Kapolres menempatkan anggota di rumah saya untuk berjaga 24 jam," kata Amat.

Kasus penembakan oleh OTK terhadap suami anggota DPRD Jawa Tengah ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum, demi memastikan situasi keamanan di Pekalongan tetap aman dan kondusif.

Topik:

penembakan anggota-dprd-jateng pekalongan