Nilai Tukar Rupiah Tergerus, Ditutup di Level Rp16.249 per Dolar AS
Jakarta, MI - Mata uang rupiah mengalami pelemahan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (26/5/2025), ditutup di level Rp16.249 per dolar AS.
Rupiah melemah sebesar 0,19% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi meski indeks dolar AS justru turun 0,18% ke posisi 98,93.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, sentimen datang dari penjualan obligasi pemerintah AS yang terus-menerus karena pasar tetap waspada terhadap kesehatan fiskal AS yang memburuk dan meningkatnya tingkat utang.
Pada Minggu malam, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa dirinya telah menyetujui menunda tarif 50% pada Uni Eropa hingga awal Juli yang diusulkannya baru-baru ini, dengan mengutip dialog positif dengan kepala Uni Eropa Ursula Von Der Leyen.
Langkah itu diambil setelah Trump pada hari Jumat lalu mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 50% terhadap UE mulai awal Juni, dengan alasan tidak adanya kemajuan berarti dalam negosiasi perdagangan.
Dari dalam negeri, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mencatatkan hasil positif pada akhir April 2025.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, APBN mencatat surplus sebesar Rp4,3 triliun, atau setara 0,02% dari produk domestik bruto (PDB). Surplus ini menjadi titik balik setelah tiga bulan pertama tahun 2025 mengalami defisit anggaran secara berturut-turut.
Surplus APBN hingga April 2025 terutama disebabkan oleh akselerasi pendapatan negara yang lebih cepat dibanding realisasi belanja.
Hingga 30 April 2025, pendapatan negara tercatat sebesar Rp810,5 triliun atau 27% dari target tahun ini.
Sementara itu, belanja negara terealisasi Rp806,2 triliun atau sekitar 22,3% dari pagu APBN 2025.
Mengenai pergerakan rupiah untuk perdagangan besok, analis Ibrahim memproyeksikan mata uang domestik akan ditutup melemah di kisaran Rp16.240 hingga Rp16.300 per dolar AS.
Topik:
rupiah dolar-as rupiah-melemah kursBerita Sebelumnya
BEI Pertimbangkan Tambah Sesi Perdagangan, Peluang untuk Investor?
Berita Selanjutnya
Badan Pengembangan Ekonomi Syariah Segera Lahir, Tinggal Tunggu Keppres
Berita Terkait
Skandal Sunyi di Balik Rupiah: BPK Ungkap Carut-Marut Pengadaan Kertas Uang BI
30 Januari 2026 02:29 WIB
Rupiah Bermasalah di Dapur Sendiri! Eks Anggota Komisi XI DPR Desak APH Usut Temuan BPK di BI
26 Januari 2026 03:42 WIB
Bank Indonesia Kecolongan? Audit BPK Bongkar Pemborosan, Salah Hitung, dan Celah Keamanan Rupiah
24 Januari 2026 21:38 WIB