Rupiah Tak Berdaya Lawan Dolar AS, Melemah 5 Hari Beruntun
Jakarta, MI - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah di tengah kondisi pasar global yang masih volatil dan rilis sejumlah data ekonomi pekan ini.
Pada perdagangan spot Kamis (8/1/2026), rupiah ditutup di Rp16.793 per dolar AS, atau melemah 0,11% dibanding hari sebelumnya. Pelemahan ini menandai hari kelima berturut-turut rupiah gagal menguat terhadap dolar AS.
Indeks dolar AS kembali menguat di level 98.744 dan memengaruhi pergerakan mata uang di dalam kawasan. Mata uang Benua Kuning, turut melemah.
Di sisi domestik, pasar merespons kondisi ekonomi Indonesia, terutama defisit fiskal APBN 2026 yang menjadi perhatian investor.
Tahun ini, defisit fiskal tercatat Rp695,1 triliun, setara 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB) 2025, menjadikannya level tertinggi dalam dua dekade, di luar masa pandemi. Level ini mendekati batas legal 3% dari PDB.
Defisit tersebut melebihi target awal pemerintah sebesar 2,53% maupun target revisi 2,78%, menandakan tantangan fiskal yang semakin besar di tahun anggaran 2026.
Topik:
rupiah nilai-tukar-rupiah defisit-apbnBerita Sebelumnya
Defisit APBN 2025 Nyaris 3 Persen dari PDB, Ini Biang Keroknya
Berita Selanjutnya
Perubahan di BUMN: Saham Seri B Kini Dialihkan ke BP BUMN
Berita Terkait
Skandal Sunyi di Balik Rupiah: BPK Ungkap Carut-Marut Pengadaan Kertas Uang BI
30 Januari 2026 02:29 WIB
Rupiah Bermasalah di Dapur Sendiri! Eks Anggota Komisi XI DPR Desak APH Usut Temuan BPK di BI
26 Januari 2026 03:42 WIB
Bank Indonesia Kecolongan? Audit BPK Bongkar Pemborosan, Salah Hitung, dan Celah Keamanan Rupiah
24 Januari 2026 21:38 WIB