Saham Telkom (TLKM) Tergelincir di Ex Date
Jakarta, MI - Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengalami tekanan tajam di awal perdagangan sesi I hari ini, Rabu (11/6/2025). Sekitar pukul 09.34 WIB, saham emiten telekomunikasi pelat merah itu tercatat melemah 5,15% ke level Rp 2.760 per saham.
Tekanan ini terjadi tepat saat jadwal ex date dividen, yakni hari di mana investor yang membeli saham sudah tidak lagi berhak atas pembagian dividen tahun buku 2024 dari Telkom.
Biasanya, saat ex date, saham mengalami penurunan akibat aksi jual investor yang sebelumnya masuk untuk mengejar dividen.
Sementara itu, cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 10 Juni kemarin. Saat cum date, saham TLKM hanya menguat 2,46%.
TLKM akan membagikan dividen tahun buku 2024 senilai Rp 21,04 triliun atau Rp 212,46 per saham. Total dividen tersebut setara 89% dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2024.
Mengacu pada harga saham kemarin Rp 2.910, maka potensi yield dividen Telkom sebesar 7,30%. Adapun tanggal pembayaran dividen Telkom Indonesia (TLKM) dijadwalkan pada 2 Juli 2025.
Investor yang tercatat sebagai pemegang saham Telkom hingga tanggal 12 Juni 2025 akan menjadi pihak yang berhak menerima dividen.
Di sisi lain, Samuel Sekuritas tetap memberikan rekomendasi buy untuk saham Telkom (TLKM), dengan target harga Rp 3.500. Target harga tersebut mencerminkan EV/EBITDA 2025 sebesar 5,2 kali.
Selain dinilai masih undervalued, saham TLKM juga menawarkan dividend yield yang cukup menarik. Risiko utamanya jika terjadi persaingan yang makin intensif, jumlah pelanggan yang lebih rendah dari perkiraan, dan perang harga di segmen fixed broadband (FBB).
Topik:
pt-telkom-indonesia-tbk saham-tlkm dividenBerita Sebelumnya
Pantau Peluang! Ini Rekomendasi Saham untuk 11 Juni 2025
Berita Selanjutnya
BPK Sebut Proyek Digitalisasi SPBU Bebani Keuangan Telkom Rp 181 M
Berita Terkait
BPK Bongkar Manipulasi Laporan Keuangan Kimia Farma Diagnostika: Dividen Rp15,3 M dan Tantiem Direksi Dibagi dari Laba Fiktif
9 Januari 2026 21:59 WIB
Blunder PMA Kimia Farma Terbongkar: BPK Beberkan Salah Saji Laporan Keuangan, Loss Rp671 Miliar, dan Ancaman Gugatan Rp2,22 T
8 Januari 2026 22:20 WIB