Teknikal Pecah, Fundamental Kokoh: BBTN Masuk Fase Reli Baru
Jakarta, MI – Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menutup perdagangan Kamis lalu di level 1.220, menguat tajam 5,17% secara mingguan. Pergerakan ini menegaskan keberhasilan BBTN keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung hampir satu bulan, sekaligus menempatkan harga saham di level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Sepanjang pekan, BBTN bergerak di rentang lebar 1.150–1.245 dalam empat sesi perdagangan, mencerminkan volatilitas tinggi. Namun demikian, lonjakan harga yang disertai peningkatan volume transaksi secara signifikan menjadi sinyal kuat terjadinya akumulasi, sekaligus menandai pergeseran sentimen pasar ke arah yang lebih positif.
Aktivitas perdagangan saham BBTN melonjak tajam dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata volume perdagangan maupun nilai transaksi tercatat meningkat lebih dari 100%, menunjukkan minat beli yang agresif dari pelaku pasar. Investor asing turut memperkuat reli tersebut dengan mencatatkan net buy Rp27,8 miliar sepanjang pekan, hasil dari net buy pada tiga sesi dan net sell pada satu sesi. Arus modal asing terbesar terjadi pada Selasa (13/1/2026) sebesar Rp10 miliar dan Rabu (14/1/2026) mencapai Rp14,7 miliar.
Secara kumulatif sejak awal tahun, tren positif aliran dana asing terus berlanjut. Total net buy investor asing di saham BBTN telah mencapai Rp51,26 miliar, mengindikasikan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek emiten bank spesialis perumahan tersebut.
Kinerja BBTN juga selaras dengan penguatan pasar secara umum. Dalam periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,55%, indeks LQ45 naik 2,47%, dan indeks sektor keuangan (IDX Finance) bertambah 1,02%. Sinkronisasi ini mempertegas bahwa penguatan BBTN tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang sentimen sektoral dan pasar yang kondusif.
Sejumlah katalis turut mendorong pergerakan saham. Di antaranya adalah rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos, kepastian kelanjutan subsidi uang muka KPR Sejahtera FLPP, serta rekomendasi “buy” dari sejumlah perusahaan sekuritas. Transformasi Tabungan BTN Pos diarahkan untuk memperluas basis dana murah dengan target penghimpunan CASA Rp5 triliun dalam satu tahun, memanfaatkan hampir 3.000 jaringan kantor pos dan integrasi layanan digital melalui aplikasi Bale by BTN, khususnya untuk segmen Gen Z dan wilayah 3T.
Dari sisi kebijakan, Pemerintah memastikan skema KPR Sejahtera FLPP tetap berlanjut pada 2026 dengan subsidi uang muka Rp4 juta bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Harga rumah subsidi juga tidak mengalami kenaikan dan masih mengacu pada batas maksimal 2024 sesuai zonasi. Kondisi ini dinilai menjaga keterjangkauan perumahan sekaligus berpotensi menopang permintaan KPR di tengah pemulihan sektor properti.
Katalis fundamental lainnya datang dari pengelolaan pendanaan perseroan. Pada Desember 2025, BTN menghimpun dana Rp2,3 triliun melalui penerbitan dua seri obligasi. Dana bersih sebesar Rp2,28 triliun telah terserap sepenuhnya per 31 Desember 2025, dengan alokasi Rp294,80 miliar untuk proyek sosial dan perumahan terjangkau, serta Rp1,99 triliun untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi kredit.
Dari sisi teknikal, pelaku pasar menilai tren BBTN semakin konstruktif. Dalam riset yang dirilis pekan lalu, Galeri Saham mencermati bahwa BBTN berada dalam fase konsolidasi sehat dan konsisten menguji area resisten krusial di level 1.175.
“Jika level ini berhasil ditembus dan harga mampu bertahan di atasnya, terdapat potensi kenaikan lanjutan menuju 1.395 dengan target minor di 1.270. Support yang terus naik menunjukkan dominasi buyer. Perubahan trend optimizer dari merah panjang ke putih menandakan saham ini telah memasuki fase bottom reversal,” tulis Galeri Saham.
Sinyal tersebut terkonfirmasi pada perdagangan Rabu, ketika BBTN sukses menembus resisten 1.175 disertai lonjakan volume transaksi dan net buy. Setelah breakout, harga bergerak konsisten naik hingga mencapai level 1.220, memperkuat pandangan bahwa saham BBTN tengah berada dalam fase penguatan yang solid secara teknikal maupun fundamental.
Topik:
BBTN saham BBTN saham bank saham properti IHSG LQ45 IDX Finance investor asing KPR FLPP Bank BTN