Emiten BUVA Milik Happy Hapsoro Gelar Rights Issue 50 Miliar Saham
Jakarta, MI - Emiten milik Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengungkap alasan di balik rencana penambahan modal melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, Kamis (19/2/2026), mengungkapkan aksi korporasi ini dipilih sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mengurangi beban keuangan, dibandingkan jika pendanaan dilakukan melalui pinjaman bank.
Dalam rencana tersebut, BUVA akan menerbitkan hingga 50 miliar saham baru, setara dengan maksimal 203,11 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Manajemen BUVA menjelaskan, PMHMETD II juga memberi kesempatan kepada pemegang saham untuk berpartisipasi langsung dalam mendukung pertumbuhan perseroan.
"Untuk memastikan penyerapan dana yang optimal—khususnya dari pemegang saham publik, BUVA berkomitmen menyajikan keterbukaan informasi dan prospektus yang komprehensif, termasuk penetapan rasio dan harga pelaksanaan yang menarik," tulis manajemen BUVA.
Saat ini, kajian internal terkait harga pelaksanaan dan rasio rights issue masih berlangsung. Rincian lengkapnya akan diumumkan dalam Prospektus PMHMETD II sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari sisi dukungan, pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama telah menyatakan kesiapannya untuk menyerap hak lebih besar apabila terdapat pemegang saham lain yang tidak menggunakan haknya. Komitmen ini akan diungkapkan secara resmi dalam prospektus.
Terkait target dana, keberadaan pembeli siaga (standby buyer), serta rincian penggunaan dana, seluruhnya akan dijelaskan dalam prospektus. Secara garis besar, dana hasil rights issue akan difokuskan untuk belanja modal, antara lain:
- Pembelian lahan
- Pengembangan aset dan usaha
- Pengambilalihan perusahaan strategis untuk pertumbuhan anorganik
- Pembayaran kewajiban perseroan dan/atau anak usaha.
Manajemen BUVA menambahkan, penggunaan dana hasil PMHMETD II akan dilakukan sesuai rencana, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
Topik:
right-issue-buva bukit-uluwatu-villa buva happy-hapsoro