Kementerian PU Akan Bangun Sabo Dam di Kawasan Hulu Sungai Alas, Aceh Tenggara

Zul Sikumbang
Zul Sikumbang
Diperbarui 12 Januari 2026 08:34 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau Jembatan Pantai Dona yang rusak akibat banjir bandang di Aceh Tenggara, Minggu (11/1/2026). Kementerian PU akan membangun sabo dam di Hulu Sungai Dona, Aceh Tenggara, Aceh
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau Jembatan Pantai Dona yang rusak akibat banjir bandang di Aceh Tenggara, Minggu (11/1/2026). Kementerian PU akan membangun sabo dam di Hulu Sungai Dona, Aceh Tenggara, Aceh

Aceh, MI - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana membangun check dam dan sabo dam di wilayah Aceh. Pembangunan sabo dam akan dilakukan sebanyak 30-40 titik, termasuk di daerah-daerah rawan banjir bandang di Aceh Tenggara.

Pembangunan sabo dam dinilai penting untuk menahan material kayu, batu, dan sedimen agar tidak terbawa aliran sungai saat hujan deras.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan bencana tidak cukup dilakukan di bagian hilir, melainkan harus menyentuh sumber persoalan di wilayah hulu. 

“Penanganan banjir bandang harus dimulai dari hulu. Sabo dam berfungsi sebagai penangkap material sehingga aliran air ke hilir bisa lebih terkendali dan tidak merusak infrastruktur,” kata Menteri Dody saat meninjau Jembatan Pantai Dona yang rusak akibat banjir bandang di Aceh Tenggara, Minggu (11/1/2026).

Pembangunan sabo dam ditargetkan dapat dilaksanakan secara bertahap dengan percepatan pada lokasi-lokasi prioritas, termasuk hulu Sungai Alas. Jembatan Pantai Dona membentang di Sungai Alas merupakan akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahman.

"Kalau kita mau membangun jembatan, tidak bisa hanya membangun di titik ini saja. Harus dibarengi dengan pembangunan sabo dam di hulunya agar lebih efisien dan berkelanjutan. Sabo dam ini berfungsi sebagai penangkap material agar tidak turun ke hilir,” ujar Menteri Dody. 

Menteri Dody menyampaikan telah meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk membantu percepatan penanganan infrastruktur konektivitas di daerah, termasuk Jembatan Pantai Dona. 

“Saya minta dikerjakan siang dan malam dari dua sisi. Mudah-mudahan dalam waktu 2–3 bulan sudah bisa selesai dan kembali difungsikan," ujar Menteri Dody. 

Selain itu, Menteri Dody juga meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang turut terdampak bencana pada Kamis 27 November 2025 lalu. Jembatan Mbarung merupakan penghubung di empat Kecamatan yakni, Kecamatan Lawe Alas, Kecamatan Tanoh Alas, Kecamatan Babul Rahmah dan Kecamatan Darul Hasanah. Jembatan Mbarung juga salah satu jembatan yang dilewati masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Selain infrastruktur konektivitas, Menteri Dody juga meninjau Puskesmas Jambul Alam yang berada di kawasan rawan banjir. Menurut Menteri Dody, lokasi puskesmas tersebut tidak lagi ideal karena berada dekat dasar sungai dan berisiko tinggi terdampak bencana.

“Puskesmas ini memang sudah direkomendasikan untuk direlokasi dari kawasan sungai ke lokasi yang lebih aman. Kita akan lihat kondisi lahannya dan menyiapkan pembangunan di tempat baru agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjamin,” jelasnya.

Melalui kunjungan ini, Kementerian PU berkomitmen untuk tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga membangun sistem perlindungan infrastruktur yang lebih tangguh guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. 

Topik:

Menteri PU Dody Hanggodo Sabo Dam Aceh Tenggara