Konsumsi Listrik Tumbuh, PLN Catat Penjualan 317,69 TWh di 2025

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 1 Februari 2026 16:18 WIB
PLN Umumkan Lonjakan Konsumsi Listrik Nasional di 2025 (Foto: Ist)
PLN Umumkan Lonjakan Konsumsi Listrik Nasional di 2025 (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Konsumsi listrik nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren yang positif, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha. PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik mencapai 317,69 terawatt hour (TWh), tumbuh 3,75 persen dibandingkan capaian 2024 yang sebesar 306,22 TWh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut kenaikan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah dan sinergi lintas lembaga dalam memperkuat ketahanan sektor ketenagalistrikan, meski di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah dalam memperkuat ekosistem ketenagalistrikan nasional. Kebijakan yang berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” tutur Darmawan, Minggu (1/2/2026). 

Darmawan menambahkan, transformasi yang dijalankan PLN sejak 2020 telah memperkuat kesiapan perusahaan untuk menghadapi pertumbuhan permintaan listrik secara berkelanjutan. Program transformasi ini tidak hanya menyederhanakan proses bisnis, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelanggan.

“Transformasi yang kami jalankan membuat PLN semakin responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menghadirkan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyebut bahwa pertumbuhan konsumsi listrik 2025 didorong oleh meningkatnya kebutuhan listrik di berbagai sektor seiring menguatnya aktivitas industri, bisnis, dan masyarakat.

“Pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang segmen rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa listrik semakin berperan sebagai enabler utama aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional,” kata Adi.

PLN mencatat sektor rumah tangga menjadi penyumbang terbesar konsumsi listrik nasional, mencapai 133,41 TWh pada 2025. Angka ini tumbuh 3,2 persen YoY atau 4,09 TWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menyumbang sekitar 41,99 persen dari total penjualan listrik nasional.

Sektor industri mencatat konsumsi listrik sebesar 93,35 TWh, tumbuh 2,5 persen atau 2,31 TWh YoY. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh industri makanan dan minuman, besi, baja dan logam, serta barang galian bukan logam.

Sementara sektor bisnis menggunakan listrik hingga 60,74 TWh, tumbuh 3,11 TWh atau 5,4 persen secara YoY yang didorong oleh pertumbuhan permintaan listrik di sektor data center, mall atau shopping center, perdagangan bukan otomotif, serta pergudangan dan logistik.

Adi menambahkan, peningkatan konsumsi listrik nasional juga seiring dengan bertambahnya 3,29 juta pelanggan baru. Hingga Desember 2025, total pelanggan PLN tercatat mencapai 96,2 juta, menandakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap PLN terus tumbuh.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik di berbagai sektor mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin masif. Ke depan, PLN berkomitmen terus mengoptimalkan infrastruktur dan layanan kelistrikan untuk menjawab kebutuhan energi yang semakin berkembang,” pungkas Adi.

Topik:

pln konsumsi-listrik-nasional