Kecelakaan Maut Terjun Payung di Pangandaran, 2 Atlet Tewas di Laut

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 31 Desember 2025 10:08 WIB
2 Atlet tewas saat kegiatan terjun payung di Perairan Bojongsalawe, Pangandaran (Foto: Polres Pangandaran)
2 Atlet tewas saat kegiatan terjun payung di Perairan Bojongsalawe, Pangandaran (Foto: Polres Pangandaran)

Pangandaran, MI - Kecelakaan terjadi saat kegiatan terjun payung di Perairan Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (30/12/2025). Insiden ini menewaskan dua atlet terjun payung, sementara tiga lainnya berhasil selamat. 

Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB, membawa lima orang penerjun.

"Pada ketinggian kurang lebih 10.000 feet terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan. Kondisi ini membuat para atlet kehilangan kendali dan arah pendaratan," kata Andri yang dikutip dari rilis resmi yang dikeluarkan Humas Polres Pangandaran, Selasa (30/12/2025).

Akibat perubahan cuaca tersebut, tiga atlet berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat. Sayangnya, dua atlet lainnya terjatuh ke perairan laut.

Satu korban ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam, sedangkan satu korban lainnya sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dan dipastikan meninggal dunia.

Dua korban tewas adalah Rusli dan Widiasih, atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung. Sementara tiga atlet yang selamat, yakni Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni, telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan selamat.

Kapolres menjelaskan bahwa saat laporan awal diterima, cuaca di perairan Pangandaran sedang kurang bersahabat.

"Kondisi gelombang cukup tinggi dan angin cukup kuat. Hal ini menjadi kendala dalam proses pencarian dan evakuasi," jelasnya.

Penanganan kecelakaan melibatkan Polres Pangandaran, Basarnas, Sat Polairud, TNI AL, serta instansi terkait lainnya. Tim gabungan melakukan penyisiran laut dan pantai di wilayah Cijulang untuk memastikan tidak ada korban lain.

"Untuk sementara, kami fokus pada penanganan korban dan penyelidikan. Seluruh kegiatan terjun payung dihentikan sementara sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Andri.

Kegiatan terjun payung yang seharusnya berlangsung selama dua hari, dari 30 hingga 31 Desember 2025, kini resmi dihentikan pascakecelakaan demi keselamatan peserta dan kelancaran proses penyelidikan.

Topik:

kecelakaan-terjun-payung pangandaran jawa-barat